Minggu, 20 Oktober 2019


Cegah ISPA, Gapki Kalbar Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Ketapang

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 101
Cegah ISPA, Gapki Kalbar Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Ketapang

Warga Ketapang memeriksakan kesehatan mereka dipelayanan kesehatan gratis yang digelar Gapki Kalbar

KETAPANG, SP - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat (Kalbar) mengelar bakti sosial bertajuk "Baksos Pengobatan Dampak Asap" yang digelar di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.

Kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Sabtu (21/9)

Koordinator Gapki Wilayah Ketapang, Riduan menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Muara Pawan menargetkan sedikitnya 700 orang mendapatkan layanan kesehatan gratis.

"Namun pasien yang tidak mendapatkan kupon tetap kita layani, kegiatan kita laksanakan dari pagi hingga pukul 16.00 sore," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Gapki membawa tenaga medis dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak  3 dokter dan 3 apoteker, Region Ketapang 1 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat, Region Ketapang 2 sebanyak 1 dokter dan 2 perawat ditambah tenaga medis dari Kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1 serta perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

"Kegiatan diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan, apalagi saat Karhutla, masyarakat rentan menghirup partikel yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan," katanya.

Sementara itu, VPA Perkebunan PT Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait seperti camat dan Kades di Muara Pawan ikut yang mau menyertakan warganya berpartisipasi dalam Baksos Pengobatan Dampak Asap. 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Gapki Kalbar yang didumung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

"Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat," kata Junaidi.

Sementara itu, satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya.

"Saya juga menyampaikan penyakit asam urat, tadi diberi vitamin dan obatnya. Alhamdulillah kita berterimakasih atas kegiatan pengobatan gratis ini," akunya. (teo)