Senin, 14 Oktober 2019


Polda Segel Belasan Hektare Lahan Perkebunan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 120
Polda Segel Belasan Hektare Lahan Perkebunan

PENYEGELAN – Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono hadir dalam penyegelan lahan milik PT HSL dan ASL di Ketapang yang terbakar. Pihak perusahaan dinilai telah lalai sehingga menyebabkan lahan perkebunan mereka terbakar. Ist

KETAPANG, SP - Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono didampingi perwakilan TNI, Pemprov Kalbar dan Pemkab Ketapang menyegel lahan perkebunan PT Harapan Sawit Lestari (HSL) dan PT Ayu Sawit Lestari (ASL).

Anak perusahaan PT Cargill Grup tersebut dinilai lalai sehingga menyebabkan lahan perkebunannya terbakar.

"Penyegelan ini dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan," kata Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Selasa (24/9).

Luas lahan yang disegel milik PT HSL yang lahan terbakar kurang lebih 17 hektar dan PT ASL sekitar enam hektare. "Ini perusahaan milik asing, milik Amerika PT Cargill," jelas Kapolda.

Menurut Didi, ada terobosan besar dalam penanganan Karhutla di Kalbar setelah terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 39 Tahun 2019 tentang Sanksi Komulatif dan Sanksi Administrasi yang dikeluarkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

"Terobosan ini sangat baik, karena ada sanksi komulatif mulai dari pidana dan denda, serta sanksi administrasi.  Apabila lalai, maka izin konsesinya dibekukan tiga tahun, kemudian kalau terbukti ada unsur kesengajaan dibekukan lima tahun dan jika berulang kali izinnya dicabut," tuturnya.

Sementara Corporate Communication PT Cargill, Dewi menyebutkan, pihaknya telah melakukan penanganan serius mencegah agar lahan perekebunan mereka tidak terbakar, mulai dari memantau titik api melalui menara pantau api, mengerahkan tim pemadam kebakaran bersertifikasi, dan menyediakan alat pemadam kebakaran untuk memadamkan api di sekitar perkebunan.

“Kami berkomitmen memastikan keselamatan semua orang dan proaktif melakukan pencegahan serta pemantauan secara berkelanjutan,” katanya kepada Suara Pemred, Rabu (25/9)

“Kami juga akan bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menyelidiki lebih lanjut situasi ini dalam upaya pencegahan kebakaran hutan,” lanjutnya.

Dewi menegaskan, kebakaran  yang terjadi di lahan perkebunan milik PT HSL dan ASL bukan berasal dari lahan perkebunan mereka.

“Itu dari titik api luar yang masuk ke area kami. Kami memiliki kebijakan yang ketat yang melarang kegiatan pembakaran untuk alasan apapun di area kebun kami,” tegasnya. (teo/jee)