Minggu, 08 Desember 2019


Kuota CPNS Ketapang 125 Formasi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 220
Kuota CPNS Ketapang 125 Formasi

PELAMAR CPNS – Sejumlah pelamar CPNS menunjukan kartu kepesertaan mengikuti tes CPNS lewat sistem CAT. Tahun ini, Ketapang mendapat kuota sebanyak 125 CPNS untuk formasi tenaga pengajar, medis dan teknis. ist

KETAPANG, SP – Pemerintah pusat memberikan jatah sebanyak 125 formasi untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Ketapang untuk pemukaan penerimaan CPNS tahun 2019.

Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi ASN Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ketapang, Endo menuturkan dari jumlah tersebut, formasi yang disediakan kebanyakan untuk tenaga pendidik dan tenaga medis.

"Ketapang mendapat 125 formasi yang terdiri dari 49 formasi guru, 49 formasi tenaga medis dan 27 tenaga teknis," kata Endo, Rabu (30/10).

Kuota CPNS yang didapat Pemkab Ketapang diakui Endo paling sedikit jika dibanding dengan daerah lain di Kalbar. Alasannya jelas dia, penentuan kuota CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) didasarkan jumlah PNS yang memasuki masa pansiun.

“Batas usia pensiun PNS di Ketapang pada tahun 2019 ini ada 126 orang, dan sejumlah itulah awalnya kita usulkan, namun berkurang satu, jadi kita mendapat 125 formasi," katanya.

Namun jika mengacu dengan kebutuhan pegawai di lingkungan Pemkab Ketapang, kebutuhan penambahan PNS sebenarnya lebih besar, jumlah yang dibutuhkan mencapai ribuan.

“Tetapi dari Menpan-RB sudah memutuskan, penerimaan CPNS hanya berdasarkan jumlah PNS yang pensiun saja,” ungkap Endo.

Pada masa pendaftaran nanti, Endo mengingatkan para pelamar cermat saat memasukan berkas administrasi, karena pada pembukaan CPNS sebelumnya, banyak calon pelamar yang gugur ditahap administrasi karena kurang teliti.

"Jumlahnya cukup banyak, jadi sayang kalau gugur di tahap administrasi hanya karena kurang teliti," jelasnya.

Pengunduhan dokumen dan pengisian berkas lamaran melalui sitem daring, juga diimbau untuk teliti. "Pelamar juga jangan sampai salah saat melakukan pemberkasan. Jangan sampai berkas yang dimasukkan ke dalam box itu ada kesalahan atau kekurangan. Kalau sudah dimasukkan ke dalam box, otomatis tidak bisa ditarik lagi," paparnya.

Oleh karena itu, dalam rentang waktu yang cukup panjang ini, Endo meminta agar pelamar benar-benar teliti dan mempersiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan.

Terkait waktu pelaksanaan tes, pihaknya masih belum bisa memastikan. Pihaknya juga masih menunggu keputusan kapan dan teknis pelaksanaan tes  menggunakan sistem CAT.

"Kita sedang menunggu Permenpan-RB, karena petunjuk teknis dan pelaksanaannya ada di situ. Jadi belum bisa diumumkan saat ini," paparnya.

Pelaksanaan tes direncanakan di SMKN 2 Ketapang, karena komputer milik BKPSDM sedang rusak karena kebakaran beberapa waktu lalu. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. (teo/jee)