Minggu, 08 Desember 2019


Pelaku Pembunuhan di Acara Adat Menyesali Perbuatannya

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 186
Pelaku Pembunuhan di Acara Adat Menyesali Perbuatannya

Bernadius Bonos, pelaku pembunuhan terhadap Herkulanus Deo saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolres Ketapang, Jumat (1/11)

KETAPANG, SP - Bernardinus Bonos (63) pelaku pembunuhan terhadap Herkulanus Deo (44) yang ternyata merupakan keluarganya sendiri, menangis menyesali perbuatannya.

Bonos mengaku pembunuhan yang ia lakukan dipicu pengaruh alkohol, setelah sebelumnya sempat emosi karena korban memukulnya tanpa sebab.

Bonos menuturkan, di lokasi kejadian, saat digelar acara adat keluarga yang meninggal, ia ditugaskan menyiapkan hidangan. Sedangkan Herkulanus bermain gendang untuk mengisi seremoni acara adat.

Usai membantu menyajikan makanan, ia terkejut ketika korban membentak dirinya dan memukul menggunakan kelinang atau alat gendang yang terbuat dari kuningan tembaga.

"Saya langsung balas dan sempat kelahi, dan akhirnya dipisahkan warga. Kemudian saya pulang ke rumah sambil bertanya dalam hati salah saya apa, kenapa dipukul tanpa sebab, apalagi sebelumnya tidak ada masalah," katanya kepada wartawan ditemui di Mapolres Ketapang, Jumat (1/11).

Sesampainya di rumah, kata Bonos, anaknya melihat wajahnya bercucuran darah. Kondisi ini tidak ia sadari sebelumnya karena masih di bawah pengaruh alkohol.

“Mengetahui itu saya langsung emosi dan cari parang untuk mendatangi korban, namun istri dan anak melarang. Mereka kemudian langsung sembunyikan parang," jelasnya.

Saat itu, ia mengaku sedikit tenang dan berbaring, sedangkan istri dan anaknya pergi ke lokasi kejadian. Selang beberapa menit ia kemudian terbangun kemudian mencari parang yang disembunyikan istrinya.

"Setelah dicari akhirnya parangnya saya temukan, kemudian saya ke lokasi kejadian dan langsung menebaskan parang dua kali ke korban kemudian langsung pergi," tuturnya.

Beberapa waktu setelah kejadian, dirinya kemudian diamankan anggota Polsek Tumbang Titi, saat itu kondisinya mulai stabil, pengaruh alkohol dalam tubuhnya mulai hilang, ia pun menyesali perbuatannya dan mengaku menyesal.

"Sampai saat ini penyesalan itu ada bahkan saya sempat menangis, apalagi korban juga masih keluarga saya, namun karena saya mabuk dan emosi sehingga emosi saya tidak terkontrol,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terjadi di Dusun Kaliampu, Desa Batu Beransah, Kecamatan Tumbang Titi, Kamis (31/10) dinihari. Korban bernama Herkulnus Deo tewas dengan luka di bagian leher yang hampir putus. (teo)


  •