Rabu, 22 Januari 2020


Warga Minta Polisi Tindak Oknum Penghambat Aktivitas Perusahaan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 267
Warga Minta Polisi Tindak Oknum Penghambat Aktivitas Perusahaan

Bahas Kinerja– Sejumlah warga berkumpul membahas pelaksanaan kerja PT Ratu Intan Mining (RIM) di lahan mereka. Saat ini, beberapa oknum warga melakukan upaya untuk menghambat kinerja perusahaan. Warga meminta polisi menindak mereka.

KETAPANG, SP – Warga Kecamatan Air Upas yang lahannya akan dikelola oleh PT Ratu Intan Mining (RIM) selaku pemenang lelang pekerjaan dari PT Cita Mineral Investindo (CMI), meminta polisi menindak oknum warga yang menghambat operasional perusahaan di lahan mereka.

Warga mengaku dirugikan karena lahan mereka yang saat ini belum juga digarap. Sebelumnya diketahui, ada segelintir orang yang melakukan aksi sehinga kegiatan sosialisasi persiapan operasional PT RIM dan PT CMI.

Pemilik lahan, Gupang berharap tidak ada lagi oknum yang menghambat atau menghalangi PT RIM dalam melaksanakan pekerjaan mereka.

“Kalau pekerjaan terhambat dan tidak terlaksana, kami pemilik lahan merasa dirugikan karena ridak ada pemasukan jika tidak segera digarap,” katanya, Kamis (12/5).

Dia berharap tidak ada oknum yang menghambat pelaksanaan PT RIM, terlebih menurut dia oknum yang menghambat kerja perusahaan sebenarnya tidak memiliki lahan yang dikelola oleh perusahaan.

“Lahan saja mereka tidak punya, kenapa harus ribut, entah apa kepentingan mereka. Kita mendukung dan berharap PT RIM dan PT CMI segera melakukan pekerjaannya, karena kami sudah lama menunggu,” akunya.

Ia menambahkan dari 20 hektare lahan miliknya, dirinya telah menyerahkan sedikitnya delapan hektar lahan.

Warga lainnya, Matis Duak (57) juga berharap hal sama dan ia menilai pihak yang menghambat merupakan oknum yang tidak memiliki hak.

“Kita tidak mau pekerjaan itu ditunda. Kita mendorong dan mendukung PT RIM segera melakukan pekerjaan dan berharap tidak ada oknum yang mencoba menghalangi pekerjaan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Matius Gerunggang (49) pemilik lahan sebesar dua hektar yang diakan dikelola oleh perusahaan juga kecewa dengan adanya penundaan pekerjaan.

“Kami tidak terima adanya oknum yang menghalangi pekerjaan itu, karena mereka menghalangi untuk kepentingan mereka saja,” pungkasnya. (teo/jee)