Selasa, 21 Januari 2020


Kacab BNI Ketapang Dilaporkan ke Polda Terkait Kasus Jual Beli Tanah

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 1253
Kacab BNI Ketapang Dilaporkan ke Polda Terkait Kasus Jual Beli Tanah

Kacab BNI Ketapang, Taurus Budi

KETAPANG, SP – Selain sedang menghadapi persoalan dugaan pelanggaran  aktivitas tambang di bibir pantai Dusun Sungai Gayam, Kecamatan Kendawangan, pemilik CV Kendawangan Quarindo Perkasa (KQP), Taurus Budi saat ini ternyata juga dilaporkan ke Polda Kalbar terkait dugaan penipuan jual beli tanah.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penipuan markup pembelian tanah yang dilakukan oleh Taurus Budi yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Ketapang. 

“Ya benar, kasusnya ditangani Ditreskrimum Polda,” kata Donny saat dikonfirmasi, Selasa (10/12).

Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Ditreskrimum Polda Kalbar dan masih dalam proses. Donny masih enggan menyampaiakan detail kasus yang menjerat Taurus Budi. “Perkembangan nanti akan kami sampaikan, yang jelas kasus tersebut sudah ada laporan pengaduannya,” tegas Donny.

Dikonfirmasi mengenai kasus ini, Taurus mengarahkan agar pertanyaan disampaikan kepada kuasa hukumnya. “Silakan komunikasi sama Pak Yani,” kata Taurus.

Sementara itu, kuasa hukum Taurus Budi, Al Muhammad Yani membenarkan bahwa kliennya sedang ada persoalan di Mapolda Kalbar. Kliennya juga telah mendapat undangan dari Direktorat Reserse Umum Polda Kalbar.

“Sudah ada undangan klarifikasi untuk klien kami terkait perkara jual beli tanah, tetapi inikan baru undangan klarifikasi, jadi belum ada arah ke manapun,” akunya.

Undangan klarifikasi untuk kliennya dikatakan Yani tertanggal 18 November 2019 lalu, namun karena kliennya sedang ada acara di Kantor BNI pusat dan tidak dapat ditinggalkan sehingga belum dapat menghadiri undangan klarifikasi tersebut.

“Jadi kita sudah sampaikan permohonan penjadwalan ulang, sekarang kita tinggal menunggu penjadwalan ulang dari Polda,” tuturnya.

Yani menambahkan, terkait lokasi tanah yang diperjualbelikan yang disengketakan ke Polda Kalbar, ia belum dapat memberikan penjelasan.

“Apakah jual beli tanah di Ketapang atau di tempat lain, kami belum tahu, jadi menunggu hasil klarifikasi nanti,” pungkasnya. (teo)


  •