Selasa, 21 Januari 2020


Minta Menteri BUMN Evaluasi Kacab BNI Ketapang

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 346
Minta Menteri BUMN Evaluasi Kacab BNI Ketapang

Kepala Cabang BNI Ketapang, Taurus Budi

KETAPANG, SP – Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menilai, berbagai persoalan yang melibatkan Taurus Budi, Kepala Cabang Bank Negara Indonesia (BNI) Ketapang menyebabkan citra bank milik negara tersebut menjadi buruk.

Jabatan Taurus sebagai kepala cabang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dinilai Abdul Sani tentunya tidak bisa lepas begitu saja dengan persoalan yang tengah dihadapinya.

Dengan kondisi ini, Abdul Sani mengatakan harusnya ada tindakan dari pimpinan BNI bahkan dari Kementerian BUMN agar ke depan tidak ada lagi orang-orang seperti Taurus Budi yang diamanahkan untuk mengelola BUMN namun ternyata malah melakukan aktivitas di luar tanggung jawabnya yang menyebabkan citra BUMN rusak.

“Pak menteri BUMN yang baru inikan punya ketegasan, terbukti dengan sanksi tegas yang diberikan ke Dirut Garuda yang kedapatan melakukan pelanggaran. Kita apresiasi dan mendukung langkah itu dan diharapkan sikap tegas ini juga berlaku terhadap pengelola BUMN di tingkat bawah, termasuk kepada Kepala Cabang BNI Ketapang jika terbukti melakukan pelanggaran,” katanya, Rabu (11/12).

Seperti diketahui, Taurus Budi juga merupakan pemilik CV Kendawangan Quarindo Perkasa yang melakukan aktivitas pengerukan pasir di bibir pantai Dusun Sungai Gayam, Kecamatan Kendawangan dan ditenggarai melanggar aturan. Taurus Budi telah dipanggil oleh kepolisian terkait persoalan tersebut. Selain itu, Taurus Budi juga dilaporkan ke Polda Kalbar terkait dugaan penipuan jual beli tanah.

Menurut Abdul Sani, harusnya pemegang amanah pengelola BUMN termasuk di tingkat daerah harusnya fokus menjalankan tanggung jawabnya dan tidak menimbulkan opini negatif seperti yang terjadi saat ini.

“Kalau seperti ini menimbulkan citra buruk, dan wajar jika masyarakat berfikir negatif karena orang tahunya dia bekerja sebagai Kacab BNI, bisa saja orang berpikir dia memanfaatkan jabatannya sebagai pimpinan bank untuk kepentingan usahanya,” nilainya.

Ia berharap persoalan ini bisa segera selesai dan segala dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan Taurus Budi mendapatkan kepastian hukum.

“Sanksi internal ya harus ada evaluasi dari atasan bahkan dari Menteri BUMN, agar citra buruk yang melekat atas jabatan yang bersangkutan bisa segera selesai,” tegasnya. (teo)


  •