Dinkes KKR, Kalbar Bangun Rumah Tunggu Bumil, Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 2037

Dinkes KKR, Kalbar  Bangun Rumah Tunggu Bumil, Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan
TIMANG BAYI – Seorang ibu tengah menimang bayinya yang baru lahir di sebuah puskesmas. Pemerintah daerah diharapkan menyiagakan pusat-pusat layanan kesehatan di desa-desa terpencil untuk menekan angka kematian ibu melahirkan. (ist)
KUBU RAYA, SP – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya (KKR) melalui Dinas Kesehatan KKR mencanangkan pembangunan rumah tunggu bagi ibu hamil (bumil). Rumah tunggu itu bakal dibangun di daerah-daerah terpencil di kabupaten itu. 

Kepala Seksi Ibu Dinas Kesehatan KKR, Diah Puspitosari menyatakan, keberadaan rumah tunggu itu bertujuan menekan angka kematian ibu melahirkan yang terbilang tinggi di KKR. 
"Data tahun 2014 dan 2015 terbilang cukup tinggi," katanya kepada Suara Pemred, Rabu (2/3).
 

Diah menambahkan, angka kematian ibu melahirkan di KKR pada 2014 dan 2015 masing-masing 12 kasus. Kematian itu dominan terjadi di daerah terpencil.
Penyebabnya adalah keterlambatan penanganan medis terhadap ibu melahirkan karena jauhnya pusat pelayanan kesehatan. 

 Diah mengatakan, ibu melahirkan meninggal karena mengalami pendarahan. Pada 2015, lima dari 12 ibu melahirkan meninggal.   “Untuk tahun 2016 ini, pada Januari sudah ada satu orang ibu yang melahirkan meninggal dunia. Dan itu juga disebabkan karena pendarahan,” kata Diah.  

Dia berharap, rumah tunggu dapat menekan tingginya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di desa-desa terpencil.   "Rumah tunggu kelahiran ini bukan tempat untuk menolong persalinan, tetapi untuk mendekatkan akses ibu yang memasuki masa persalinan, khususnya yang berada di kawasan daerah sulit atau daerah yang jauh," jelas Diah.  

Diah menambahkan, program rumah tunggu masih dalam tahap penyusunan. Diharapkan di setiap puskesmas di KKR dapat melakukan pemetaan sehingga diperoleh lokasi yang tepat di mana rumah tunggu ini dapat ditempatkan. Diah berharap, setiap puskesmas memiliki rumah tunggu kelahiran.  

Gratis

Dirinya pun yakin jika program rumah tunggu dapat menurunkan  angka kematian ibu dan anak di KKR saat menjelang maupun saat melahirkan.   "Masyarakat yang memerlukan rumah tunggu ini tidak dipungut biaya karena dana pelayanan rumah tunggu dibiayai oleh anggaran Jampersal (Jaminan Persalinan)," tegas Diah.  

Diah menambahkan, rumah tunggu nantinya memanfaatkan rumah penduduk atau rumah dukun beranak yang dianggap memenuhi syarat rumah sehat. Caranya, dikontrak oleh Pemkab Kubu Raya selama satu tahun.  

Kepala Dinas Kesehatan KKR, Berli Hamdani mengatakan, realisasi pembangunan rumah tunggu akan dilaksanakan pada 2016 dengan anggaran sebesar Rp 4,8 miliar. Di rumah tunggu itu akan ditempatkan petugas yang telah dibekali pengetahuan tentang pekerjaan persalinan.

Diharapkan,  keberadaan rumah tunggu akan sangat bermanfaat untuk mengatasi rute sulit masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
  "Kami sudah merekrut sumber daya manusianya, seperti dukun beranak  yang sudah kita berdayakan dan dibekali pengetahuan," kata Berli. 

 Sebelumnya Kepala Dinas  Kesehatan Kalbar, Andy Jap meminta seluruh petugas kesehatan di daerah-daerah untuk mewujudkan program pemerintah terhadap pelayanan kesehatan melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). "Tidak ada alasan lagi untuk tidak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," tegasnya.  

Dikatakan, pembentukan sejumlah rumah tunggu di seluruh daerah di Kalbar sesuai kebutuhannya, yakni khusus untuk daerah-daerah yang terisolasi dan sulit dilalui. Kegunaannya adalah ibu-ibu hamil dapat menunggu proses kelahirannya.   "Selama menunggu persalinan, mulai dari H-3 bumil bisa memanfaatkan ini. Jampersal itulah yang bisa digunakan dalam proses selama menunggu proses persalinannya," pungkas Andi Jap. (jek/bah)