Puluhan Jenis Obat Ilegal Beredar di Kabupaten Kubu Raya

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 1055

Puluhan Jenis Obat Ilegal Beredar di Kabupaten Kubu Raya
Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Dina Ristianti sedang memeriksa obat, Minggu (10/7). Terlacak lebih dari 50 item obat-obatan ilegal beredar di Kubu Raya. (Suara pemred/Jaka iswara)
KUBU RAYA, SP – Dinas Kesehatan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya serta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Kalimantan Barat menemukan lebih dari 50 item obat-obatan ilegal beredar di Kubu Raya. Untuk itu, masyarakat diminta teliti dan berhati-hati dalam membeli obat.

“Masyarakat harus teliti dan berhati-hati sebelum membeli obat-obatan terutama obat-obatan yang dijual di warung-warung dan toko obat, karena cukup banyak obat-obat ilegal beredar di Kubu Raya. Walaupun ada izin edarnya, kebanyakan izin edarnya itu palsu,” kata Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Dina Ristianti, Minggu (10/7).

Dina menjelaskan bahwa untuk mengetahui asli atau tidaknya izin edar obat-obatan, dilihat dari nomor seri izin edar yang tercantum pada kemasan. Bahkan pengecekan nomor izin edar ini dapat dilakukan oleh masyarakat biasa dengan menggunakan smartphone (telepon genggam).


“Selain tidak memiliki izin edar atau izin edarnya palsu, ada juga obat ilegal yang berasal dari luar yang masuk tidak melalui pengecekan atau pemeriksaan BPOM,” tegasnya.

Lebih dari 50 item obat-obat ilegal beredar di Kubu Raya, bahkan pihaknya juga menemukan beberapa item kosmetik ilegal. Dari keseluruhan obat ilegal ini didominasi oleh obat-obatan tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang dikemas dengan sedemikian rupa,  untuk menarik dan meyakinkankan masyarakat untuk mengkonsumsinya.

“Karena tidak melalui pemeriksaan BPOM, maka obat-obat ini tidak diketahui apakah benar fungsinya, berkhasiat atau tidak bagi masyarakat yang menggunakannya. Untuk obat tradisional yang mengandung BKO jelas sangat membahayakan” ujarnya.

Terpisah, Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengimbau kepada Kadis Kesehatan Kabupaten Kubu Raya beserta jajarannya agar secara rutin turun ke lapangan guna melakukan pengecekan obat-obatan yang beredar di Kubu Raya. “Harus terus dilakukan pemeriksaan, karena obat-obatan ini termasuk hal yang berbahaya untuk dikonsumsi jika tidak sesuai dengan dosisnya,” kata Rusman Ali.

Selain itu, ia meminta kepada para pedagang terutama para pedagang khusus obat-obatan (toko obat) untuk menjual obat-obat yang resmi saja. Jika masih ditemukan para pedagang menjual obat ilegal, maka akan diberikan peringatan hingga sanksi. “Saya juga minta andil dari masyarakat jika menemukan obat-obat ilegal maupun barang-barang ilegal lainnya, laporkan kepada aparat keamanan atau instansi terkait,” ujar Rusman Ali. (jek/bah/sut)