Selasa, 17 September 2019


Kapal Muatan 62 Ton Raskin Tenggelam di Sungai Kapuas

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1084
Kapal Muatan 62 Ton Raskin Tenggelam di Sungai Kapuas

Seorang warga menunjukkan lokasi kapal Setia Jaya II yang tenggelam. (SUARA PEMRED/JAKA)

KUBU RAYA,SP- Kapal Setia Jaya II berkapasitas 100 GT  bermuatan 62 Ton  Beras Miskin (Raskin)  tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di perairan Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (10/8) pukul 18.00 WIB.  

Informasi yang dihimpun, kapal membawa raskin dari gudang Bulog ke Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya. Kapal tenggelam diduga akibat kebocoran di bagian kanan dan kiri lambung kapal. Sebelas  Anak Buah Kapal (ABK) selamat, berhasil dievakuasi warga setempat.
 

Rudi (41) warga sekitar lokasi tenggelamnya kapal, mengaku sempat membantu awak kapal untuk memompa air keluar dari lambung kapal. Namun, karena sudah terlalu parah, kapal dan seluruh barang muatannya turut tenggelam.  

"Kapal itu sudah mengalami kebocoran sejak sebelumnya. Sempat merapat kepinggir untuk pinjam mesin pompa air (robin) kami. Tapi tidak mampu karena bocornya sudah terlalu besar," katanya.  

Usaha itu, tambah Rudi  rupanya tak membuahkan hasil maksimal. Kapal yang juga sudah ditambatkan ke pinggir sungai tetap tenggelam bersama muatannya. Dan tertarik ke dasar sungai.
  "Informasinya,  kapal itu bermuatan 62 ton beras. Dari awal kita sudah menawarkan bantuan dan warga di sini siap membantu. Tapi kapten kapalnya tampaknya kebingungan. Malah merapatkan ke seberang," ungkapnya.  

Sebelumnya, kata Rudi kapal tersebut  sudah singgah beberapa kali. Terakhir mengetahui bagian mesin kapal sudah terendam air, kapal merapat dan pinjam mesin robin warga untuk memompa air dari lambung kapal di pinggir Sungai Gertak Kuning, Desa Limbung. Namun setelah itu kembali ke seberang Desa Sungai Ambangah sampai tenggelam.


  "Sayang sekali, karena bocornya dari kanan kiri kapal, air masuk cepat dan membuat kapal tenggelam. Tali tambang yang menahan kapal berada di pinggir daratan sungai pun merosot karena bebannya terlalu berat," ungkapnya.  

Kebocoran diperkirakan terjadi dari pukul 16.00 WIB dan tenggelam bersama muatannya sekitar pukul 18.00 WIB. Tak ada satu karung beras pun yang terselamatkan.   "Sepertinya pihak kapal takut beras itu diambil masyarakat, saat kita tawarkan untuk bantu mindahkan beras.

Padahal masyarakat di sini sudah siap untuk membantu," kata Hamdan warga lain sekitar tenggelamnya kapal.  Saat ini lokasi tenggelamnya kapal masih dijaga pihak keamanan. Hanya seutas tali tambang yang masih terlihat. Bekas penambatan awal sebelum kapal tenggelam sepenuhnya.  

Kasubsi Basarnas Pontianak, Ishak mengatakan setelah mendapatkan informasi dari Pos Polairud adanya kapal tenggelam sekitar pukul 21.30 WIB. Pihaknya langsung mendatangi TKP.   "Kita berupaya melakukan penyelamatan  awak kapal terlebih dahulu. Ada 11 orang, semuanya selamat setalah dibantu warga sekitar," ujar Ishak saat ditemui di Kantor Basarnas Jalan Adi Sucipto, Kamis (11/8).  

Ia menuturkan berdasarkan keterangan yang didapat dari nakoda kapal, bahwa kapal KM Setia Jaya II berangkat pukul 14.00 WIB dari gudang Bulog menuju Sungai Asam Kecamatan Terentang. Tenggelam sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat kebocoran di lambung kiri dan kanan kapal.
  "Tadi pagi, kita coba lakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi terakhir," ungkapnya. (jek/sut)