Sabtu, 21 September 2019


Delapan Rumah di Kuala Dua, Kubu Raya Terbakar

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1297
Delapan Rumah di Kuala Dua, Kubu Raya Terbakar

Sisa-sisa kebakaran di Dusun Keramat Dua, RT 02 RW 02, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, KKR. (Suarapemred/jakaiswara)

KUBU RAYA, SP – Sebanyak delapan rumah warga di Dusun Keramat Dua, RT 02 RW 02, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, ludes dilalap api. Kebakaran yang menimpa rumah tepat di dipinggir Sungai Kapuas itu terjadi pada Selasa (6/9) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Berdasar informasi yang dihimpun Suara Pemred, delapan rumah itu antara lain milik Herman Abdullah, Arisman, Herman, Ahmad Atong, Nurjaya, Nanang Kosim, Rustam, dan satu rumah milik seorang janda tua, Neng Juju yang berusia sekitar 70 tahun.

 Diketahui jika rumah yang terbakar itu saling berdempetan dan antarpenghuni merupakan satu hubungan keluarga. 
Menurut salah seorang pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran, Arisman mengungkapkan, kebakaran terjadi saat ia bersama anggota keluarganya terlelap tidur.

Tiba-tiba, ia dikagetkan dengan suara gaduh warga yang meneriakkan ada kebakaran. “Saat saya bangun api sudah membesar. Warga juga sudah ramai berteriak dan menolong memadamkan api dengan peralatan seadanya,” kata Arisman ditemui di lokasi kebakaran.

Mengetahui itu, Arisman panik. Saa itu ia cuma berpikir bagaimana menyalamatkan diri dan anggota keluarganya. Alhasil, barang-barang miliknya ludes terbakar. “Tiga orang anak saya, saya suruh menyelamatkan diri. Hanya motor yang dapat diselamatkan, barang-barang lainnya semuanya terbakar,” ujar Arisman.

Pasca kebakaran, tiga anak Arisman tidak dapat bersekolah karena seluruh pakaian dan peralatan sekolahnya ikut terbakar. Sementara seorang janda tua, Neng Juju merasa kebingungan. Ia tidak tahu harus tinggal dimana karena rumah anak-anaknya yang menjadi tumpuan hidupnya juga ikut terbakar.

“Untuk sementara ini saya menumpang tinggal di rumah tetangga, entah sampai kapan saya tidak tahu,” kata Neng Juju.

Korban kebakaran lainnya, Herman Abdullah mengatakan, hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran. Ia dan korban lain hanya bisa pasrah kehilangan tempat tinggal dan harta benda. “Semua barang-barang kami sudah hangus terbakar, bahkan tiga unit motor punya warga juga hangus. Kami hanya bisa pasrah. Ke depannya kami tidak tahu harus bagaimana dan tinggal dimana,” ujar Herman.

Kendati demikian, Herman berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat memberikan bantuan kepada seluruh korban kebakaran, terutama membantu pembangunan rumah mesti seadanya. “Kami sangat berharap sekali pemerintah bisa membangun rumah untuk kami, meskipun kecil kami merasa bersukur. Yang penting kami ada tempat tinggal,” harap Herman.

Sementara Tokoh Pemuda Desa Kuala Dua, Herman mengatakan, para pemuda langsung melakukan penggalangan dana untuk membantu korban di Jalan Raya Kuala Dua. “Mudah-mudahan dapat meringankan korban kebakaran. Penggalangan dana ini akan kami lakukan hingga sepekan ke depan. Untuk hari pertama sudah terkumpul Rp1 juta,” kata Herman.

Belum Terima Laporan

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KKR, Nursyam Ibrahim mengaku belum mendapat laporan terkait kebakaran di Desa Kuala Dua. “Jika ada musibah seperti kebakaran atau musibah lainnya, kami tetap menyalurkan bantuan kepada para korban seperti beras, sarden, dan selimut. Namun hingga saat ini bantuan itu belum bisa kami berikan karena belum ada pihak yang melapor,” ungkap Nursyam.

Bantuan  yang disalurkan itu merupakan bantuan  tanggap darurat bencana yang didrop oleh Pemerintah Provinsi Kalbar untuk Pemkab Kubu Raya jika terjadi bencana atau musibah.
“Untuk saat ini stok bantuan untuk tanggap darurat bencana sedang kosong karena banyaknya musibah yang terjadi beberapa bulan lalu. Nanti saya cek lagi apakah bantuan di Pemprov Kalbar sudah ada atau tidak," pungkas Nursyam. (jek/bah/sut)