Bantuan Mesin dari DAK di BLH Kubu Raya Mubazir

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 749

Bantuan Mesin dari DAK di BLH Kubu Raya  Mubazir
Kepala BLH Kubu Raya, Nendar Suheri sedang memeriksa mesin pencacah sampah bantuan Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2014 lalu. (suara pemred/jaka iswara).
KUBU RAYA, SP – Mesin pencacah sampah bantuan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang diberikan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kubu Raya tahun 2014 saat ini terbengkalai tak digunakan.  

Pasalnya, sejak pertama kali diberikan hingga sekarang ini, ternyata tidak satu orang pun di lingkungan BLH Kubu Raya yang bisa mengoperasikan bantuan mesin yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.  "Memang sampai saat ini memang tidak ada yang bisa mengoperasikannya," ujar Kepala BLH Kubu Raya, Nendar Suheri.

Nendar mengakui sangat menyayangkan kondisi ini. Dalam waktu dekat nanti dikatakannya BLH Kubu Raya akan berkoordinasi dengan pihak kementerian.   "Sangat disayangkan jika mesin ini tidak dimanfaatkan, kami akan coba koordinasi dengan kementerian untuk arahan atau petunjuk agar mesin ini bisa berdayaguna," ungkap Nendar.    

Menurut Nendar, jika mesin pencacah sampah bisa digunakan, akan mengatasi permasalahan jumlah sampah di Kubu Raya. Karena setelah dilakukan pencacahan sampah melalui mesin tersebut, maka sampah dapat didaur ulang kembali.    

Nendar mengungkapkan pihaknya juga sudah berupaya berkoordinasi dengan LSM di Kubu Raya yang peduli terhadap lingkungan untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah dengan mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.  

Selain itu juga, Himpunan Pemulung Indonesia (HPI),  baik yang berasal dari Jakarta maupun dari Kalimantan Barat juga pernah menawarkan diri bekerjasama memanfaatkan mesin pencacah sampah.   "Untuk kerja sama ini kami masih berhati-hati, karena harus ada dasar dan aturan  yang memperbolehkannya," pungkasnya. (jek/jee/sut)