Hermanus ‘Curhat’ Pendidikan ke DPR RI

Kubu Raya

Editor Kiwi Dibaca : 608

Hermanus ‘Curhat’ Pendidikan ke DPR RI
Cinderamata - Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus menerima cinderamata dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faith di Ruang Rapat Kantor Bupati Kubu raya, Selasa (5/2).
KUBU RAYA, SP – Sejumlah anggota Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kubu Raya, Selasa (2/5). Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus menyampaikan masalah pendidikan yang dihadapi oleh Pemkab Kubu Raya.

Menurut dia, banyak hal mengenai pendidikan di Kubu Raya yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah terkait masyarakat yang kurang memahami pentingnya pendidikan terhadap anak usia dini sehingga diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran tersebut.

"Selain itu sarana dan prasarana untuk pendidikan usia dini ini juga masih sangat terbatas," terangnya.

Kedatangan rombongan Komisi X DPR RI hari itu dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih dan juga diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan dan Dinas Pariwisata Kalbar serta anggota DPRD Kubu Raya.  

Hermanus juga menyampaikan kendala lain, seperti minimya tenaga guru akibat moratorium penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga untuk mengatasinya Pemkab Kubu Raya mengangkat tenaga kontrak yang hanya bisa dibiayai dari 15 persen dana Bantuan Operasional Siswa (BOS).  

"Sementara pemda dilarang mengangkat tenaga kontrak, apalagi mengalokasikan dari APBD, ini menjadi persoalan dilematis yang kita hadapi," sesal Hermanus.  

Persoalan lainnya kata Hermanus, pendidikan di Kubu Raya masih mengalami ruang belajar mengajar hingga sarana dan prasarana mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah menengah Atas (SMA).  

"Masih banyak persoalan-persolan lainnya di bidang  yang kami hadapi saat ini, dan ini memang perlu perhatian serius dari semua pihak," tuturnya. 
 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan ke Kubu Raya bukan hanya fokus membahas bidang pendidikan. Kunjungan dimaksudkan juga untuk membahas bidang lain seperti, pariwisata, kebudayaan, pemuda dan olah raga, ekonomi kreatif, serta Perpusnas.  

"Meskipun pendidikan merupakan salah satu sektor untuk menunjang indek pembangunan manusia, dan kita juga sangat memperhatikan hal ini,"ujarnya. 
 

Ia memaparkan sejak persidangan yang ketiga hingga keempat, Komisi X DPR RI sudah tidak lagi melakukan kunjungan kerja ke ibu kota provinsi, namun ke Kabupaten/kota meskipun ini dirasakan cukup sulit dan mengalami kendala, namun dengan kunjungan yang dilakukan diakuinya pihaknya dapat mendengarkan secara langsung persoalan yang ada di daerah.  

"Dalam kunjungan ini kami membawa mitra dari kementerian masing-masing bidang agar mereka juga dapat mendengarkan dan bertindak langsung untuk menindak lanjuti, jangan sampai mereka datang tidak dapat memberikan solusi apa-apa," ujarnya.  

Ia memaparkan karena saat pertemuan ini tidak ada perwakilan dari kementrian pedidikan yang hadir, maka persolan-persoalan yang dihadapi pemerintah Kubu Raya di bidang pendidikan akan dibuat berita acara dan akan disampaikan pada  kementrian pendidikan untuk ditindak lanjuti.  

"Jadi tidak hanya mengumpulkan berkas-berkas dan proposalnya saja, tapi harus ditindak lanjuti, kementerian terkait harus siap," tuturnya. (jek/jee)



Komentar