Sabtu, 21 September 2019


Lomba Busana Kubu Raya

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 824
Lomba Busana Kubu Raya

Lomba Busana – Peserta lomba busana yang di Rumah Radank, Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu (6/5). Perlombaan dilakukan untuk mengajak masyarakat melestarikan budaya yang ada di Kubu Raya

Era globalisasi yang sedang saat ini berdampak lunturnya aspek budaya yang terlihat dari kecendrungan masyarakat yang lebih menyukai tren berbusana barat dan mulai mengabaikan busana tradisional.  

Agar busana tradisional tidak terlupakan keberadaannya diperlukan kesadaran bersama akan pentingnya melestarikan kebudayaan tradisional, termasuk dalam berpakaian Hal tersebutlah yang berusaha dicapai dan dipertahankan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan menggelar perlombaan pakaian adat Kubu Raya, Sabtu (6/5) Perlombaan yang digelar juga sekaligus menanamkan kecintaan akan nilai-nilai budaya dan busana daerah Kubu Raya sebagai kekayaan dan aset bangsa yang tersimpan.  

“Perlombaan ini untuk mengedukasi anak-anak sejak dini tentang busana daerah yang kita miliki. Kita memiliki kekayaan budaya dengan pakaian adat yang beraneka ragam di Kubu Raya, dan kita harus terus jaga dan lestarikan bersama," ujar Rusman Ali.

Dalam perlombaan yang langsungkan di Rumah Betang Singai Ambawang di Desa Lingga sengaja menyasar anak yang berusia delapan sampai dua belas tahun.

Untuk peserta wanita yang menikuti perlombaan diwajibkan memakai busana daerah dengan segala aksesorisnya. Perlombaan yang dilangsungkan juga bukan hanya sekedar hiburan semata atau sebagai wadah mengekspresikan bakat anak-anak dalam dunia peragaan busana, melainkan untuk meningkatkan pentingnya melestarikan budaya tradisional dan rasa kebanggaan terhadap budaya tradisional.

"Kubu Raya ini adalah miniaturnya Indonesia, hampir semua etnis dan semua suku ada di sini, seluruh agama juga ada di sini. Dan semua kita lestarikan bersama dengan masyarakat. Hubungan harmonis terjaga dengan baik. Kita semua menjaga NKRI, memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Ini adalah gambaran ke Bhinekaan," terang Rusman Ali. (jaka iswara/jee)