LAKI Pertanyakan Kinerja Polisi

Kubu Raya

Editor Kiwi Dibaca : 905

LAKI Pertanyakan Kinerja Polisi
ilustrasi
KUBU RAYA, SP- Dewan Pimpinan Daerah  Laskar anti korupsi (DPD LAKI) Kalimantan Barat mempertanyakan belum ditetapkannya MN sebagai tersangka karena dugaan melakukan perampasan uang negara bersama rekannya, HL yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalbar.

“Teman oknum yang bersangkutan, yakni HL sudah ditetapkan sebagai tersangka, padahal perapasan uang negara ini dilakukan bersama-sama, lalu kenapa MN tidak ditetapkan sebagai tersangka,” tanya Wakil Ketua DPD Laki Kalbar, Edi Ruslan di Sungai Raya, Selasa (30/5)
Edi mengungkapkan perampasan uang negara yang dilakukan MN dan HL ini terjadi pada tahun 2016 silam.

Uang senilai Rp 768 juta merupakan dana APBN yang diperuntukkan untuk pembangunan unit sekolah baru (USB) di Desa Rasau Jaya. Kasus ini sudah dilaporkan oleh panitia pelaksana pembangunan pada maret 2017 lalu, dengan nomor laporan TBL /79.a / III / 2017 / Kalbar/ SPKT.


“Sampai sekarang MN masih berkeliaran bebas, sedangkan temannya sudah mendekam di jeruji besi lebih dari 20 hari. Pelaku dua orang, namun yang ditetapkan tersangka hanya satu orang,” tuturnya 
Edi menambahkan, baik pelapor maupun DPD Laki Kalbar sudah mempertanyakan hal ini  kepada penyidik Polda Kalbar terkait belum ditetapkannya MN sebagai tersangka, namun jawaban penyidik, MN mempunyai itikad baik untuk mengembalian dana tersebut.

“Terlepas dana ini dikembalikan atau tidak yang bersangkutan sudah melakukan dugaan tindak secara bersama-sama, seharusnya tidak hanya satu orang yan g ditetapkan tersangka,” tuturnya Edi berharap pihak kepolisian Kalimantan Barat dapat menegakkan hukum dengan sebenarnya  sehingga kedua oknum ini diproses secara hukum.

“Bahkan saya sendiri menjadi saksi utama, jika hanya satu saja yang ditetapkan sebagai tersangka tentunya institusi penegak hukum kami pertanyakan ,” pungkasnya. (jek/jee)

Komentar