Warga Keluhkan Kondisi Jalan Pramuka

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 639

Warga Keluhkan Kondisi Jalan Pramuka
JALAN RUSAK – Ruas Jalan Pramuka di Desa Sungai Rengas yang berbatasan dengan Kota Pontianak rusak parah. Warga harus berhati-hati jika melewati jalan tersebut, terutama dimusim hujan. IST

Bertahun-tahun Rusak, Pemkab Dinilai Tutup Mata

Warga Jalan Pramuka, Yusri
Pemerintah daerah hanya bisa ngomong akan memperbaiki pembangunan infrastruktur jalan yang ada berbatasan dengan Kota Pontianak, tapi nyatanya tidak. Bertahun-tahun jalan ini rusak dan dibiarkan.

KUBU RAYA, SP - Jalan poros yang berada di pemukiman padat penduduk di perbatasan Kabupaten Kubu Raya dengan Kota Pontianak di Jalan Pramuka, Desa Sungai Rengas kondisinya rusak parah.

Salah satu warga setempat, Yusri (34) mengatakan, kondisi ini telah terjadi sejak beberapa tahun lalu, dan menurut dia, belum ada tanda-tanda Pemkab Kubu Raya akan memperbaiki jalan tersebut.

"Pemerintah daerah hanya bisa ngomong akan memperbaiki pembangunan infrastruktur jalan yang ada berbatasan dengan Kota Pontianak, tapi nyatanya tidak. Bertahun-tahun jalan ini rusak dan dibiarkan," ungkap Yusri di hubungi melalui telpon seluler, Kamis (10/8).

Yusri memaparkan, kondisi jalan rusak di daerah ini cukup banyak, namun yang paling dikeluhkan masyarakat kerusakan di Jalan Pramuka yang berada sangat dekat dengan pasar dan wilayah padat penduduk.

"Bertahun-tahun kami hanya dijanjikan tapi tidak pernah ditepati, ini baru jalan di kawasan perkotaan. Belum lagi jalan di kampung-kampung sana, lebih parah dari ini," sesalnya.
 
Warga lainnya, Ruslan mengungkapkan, kerusakan jalan mengakibatkan masyarakat banyak dirugikan. Tidak sedikit para pengguna jalan mengalami kecelakaan akibat jalan rusak dan diperparah penerangan jalan yang sangat minim.

"Jangan menunggu sudah ada aksi dari masyarakat baru memperbaiki, sementara korbannya sudah banyak," ujarnya. 

Menurutnya jika musim hujan, jalan akan digenangi air dan lumpur sehingga pengendara yang melintas di jalan ini harus berhati-hati jika tak ingin mengalami kecelakaan. Sementara jika musim kemarau pengguna jalan akan disesaki dengan debu yang sangat pekat.
Dikatakan Ruslan, perbaikan kerusakan jalan dulunya pernah dilakukan, namun tidak maksimal. Perbaikannya hanya dilakukan di sebagian jalan.

“Setelah itu bertahun-tahun  dibiarkan sehingga rusaknya semakin parah, bahkan kalau musim hujan jalan ini seperti kolam ikan, atau kubangan hewan saja, " sesalnya.

Ia menjelaskan, keluhan masyarakat bukan pertama kali disampaikan dan tidak hanya di lokasi ini saja, namun juga di beberapa jalan poros lainnya, namun tetap saja diabaikan, sehingga masyarakat menilai pemerintah seolah-olah tutup mata atas keluhan masyarakat ini.

"Kalau kita perhatikan pemerintah lebih mementingkan keinginan pribadi,  bukan mementingkan keinganan masyarakat. Lihat saja, lokasi yang tidak berpenduduk seperti skunder C dibangun jalan bahkan jalan mulus, sementara lokasi yang ramai penduduk seperti ini dibiarkan," pungkasnya. (jek/jee)