Kamis, 21 November 2019


Warga Desa Bikin Rakit Darurat

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 725
Warga Desa Bikin Rakit Darurat

MENYEBRANG – Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyebrang sungai menggunakan rakit darurat yang dibikin warga, Selasa (15/8), pasca amruknya jembatan yang menghubungkan Desa Sungai Bulan dengan Desa Rasau Jaya II. SP/jaka

Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan Masyarakat Terganggu

Kepala Dusun Tanjung Wangi, Ramlan
Agar aktifitas tidak lumpuh, kami berinisiatif membuat rakit penyeberangan darurat, kalau tidak segera diatasi, masyarakat tentu akan kesulitan, terutama pelajar

KUBU RAYA, SP – Akibat robohnya jembatan di Dusun Tanjung Wangi Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau yang menghubungkan Desa Sungai Bulan dengan Desa Rasau Jaya II, menyebabkan masyarakat setempat kesulitan membawa hasil pertanian mereka. 

Selain menghambat aktivitas ekonomi, robohnya jembatan juga mengakibatkan proses belajar mengajar di sekolah yang ada di wilayah tersebut terhambat. Pasalnya, karena untuk sampai ke sekolah, para siswa terpaksa harus menggunakan rakit darurat yang dibuat warga untuk menyebrang sungai.

"Cukup banyak hasil pertanian milik warga yang busuk dan tidak terjual kerena kesulitan untuk membawanya," ujar tokoh masyarakat setempat, Sudarmin Namawi, Selasa (15/8).
 
Menurut dia, pasca ambruknya jembatan, aktivitas masyarakat sempat langsung lumpuh. Hingga masyarakat berinisiatif membuat rakit penyebrangan darurat secara swadaya.

“Kami berharap secepat mungkin jembatan bisa diperbaiki, karena jika menggunakan rakit tentunya berbahaya," terangnya.

Sementara Kepala Dusun Tanjung Wangi, Ramlan mengungkapkan, jembatan yang ambruk ternyata baru dibangun tahun 2015. Selain menghubungkan antar desa, jembatan tersebut juga menghubungkan beberapa kecamatan.

"Agar aktifitas tidak lumpuh, kami berinisiatif membuat rakit penyeberangan darurat, kalau tidak segera diatasi, masyarakat tentu akan kesulitan, terutama pelajar," ungkap Ramlan.
  
Salah seorang guru di SMAN 5 Sungai Raya, Desa Sungai Bulan, Ponco Mukti Wibowo, mengakui amburknya jembatan mengakibatkan aktivitas sekolah terhambat.

“Guru maupun siswa menjadi terlambat datang karena harus mengantri menyebrang menggunakan rakit,” katanya.

Ponco juga berharap Pemkab Kubu Raya bisa segera memperbaiki jembatan sehingga proses belajar mengajar siswa bisa kembali normal.

“Kasihan anak murid jika rakit darurat untuk menyebrang, tentunya ada risiko juga jika mereka menggunakan rakit yang dibuat secara sederhana,” pungkasnya. (jek/jee)


  •