Karyawan Duta Mix Tuntut Upah Layak

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1355

Karyawan Duta Mix Tuntut Upah Layak
Tuntutan – Karyawan PT Duta Indo Lestari mendatangi perusahaan menuntut pemberian upah layak, Senin (21/8). SP/Jaka
KUBU RAYA, SP - Puluhan karyawan PT Duta Indo Lestari (Duta Mix) menuntut perusahaan tempat mereka bekerja memenuhi hak para karyawan. Tuntutan tersebut mereka sampaikan dengan berdialog bersama pimpinan perusahaan 

Salah seorang perwakilan Karyawan, Muji mengungkapkan, tuntutan karyawan terkait perhitungan pengupahan yang belum jelas oleh perusahaan. Selain itu masih banyak karyawan yang tidak diikut sertakan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Jika dihitung secara keseluruhan, gaji karyawan memang sesuai UMK, namun ada beberapa item yang dimasukkan ke dalam komponen pengupahan dihitung lain," ujar Muji di Kantor PT Duta Indo Lestari, di Jalan Arteri Supadio, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Senin (20/8).  

Muji memaparkan, beberapa item yang termasuk dalam komponen perhitungan pengupahan yang diberlakukan oleh perusahaan diantaranya, gaji pokok, kerajinan, kelebihan jam kerja, dan uang makan.

"Jika uang makan, kerajinan dan kelebihan jam kerja ini tidak dimasukkan dalam komponen pengupahan tentunya gaji karyawan dibawah UMK yang telah ditetapkan," jelasnya. 

Karyawan lainnya, Supardi mengatakan, para karyawan menuntut perusahaan membayar hak mereka sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku, terutama hak atas kelebihan jam kerja (lembur), dan gaji yang masih di bawah UMR.

"Gaji saya masih dibawah UMR, yakni Rp1.007.500, kami kerja dari pagi ketemu pagi hanya dibayar Rp45 ribu," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Direktur Duta Indo Lestari, Ali Yusan mengatakan, pihaknya tidak pernah memberikan gaji di bawah UMK, hanya saja ada perbedaan komponen pengupahan yang diberlakukan pihaknya dengan komponen pengupahan yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Kami melakukan dengan cara kami, memang tidak sesuai dengan peraturan yang diajurkan, tinggal kita sesuaikan, selesai urusan, ke depannya akan kita atur lebih baik," tegasnya. 

Sementara itu Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kubu Raya, Puja Arianto mengungkapkan, persoalan penuntuhan hak karyawan terjadi karena salah paham.

"Pekerja juga sudah setuju, tinggal menunggu perjanjian yang akan dibuat," ujarnya. (jek/jee)