Rabu, 18 September 2019


Developer Perumahan Subsidi Ingkar Janji

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 832
Developer Perumahan Subsidi Ingkar Janji

AKSES JALAN – Perumahan subsidi Kurnia Asri saat ini belum memiliki akses jalan. Padahal pihak developer berjanji akan membangun akses jalan untuk warga perumahan. SP/Jaka

Abaikan Pembangunan Jalan dan Ancam Konsumen


Warga Perumahan Kurnia Asri, Dikin
Rumah belum bisa ditempati, tapi kondisinya sudah banyak yang rusak, seperti atap rumah yang lepas dan bocor

KUBU RAYA, SP - Sejumlah konsumen rumah subsidi program Rumah Sejahtera dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengeluhkan developer atau pengembang perumahan bersubsidi Kurnia Asri, di Jalan KH Wahid Hasyim, Gang Keramat, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya yang mengabaikan tanggung jawabnya. 

Salah satu konsumen perumahan Kurnia Asri, Dikin menceritakan keluhannya. Kejadian awal bermula pada tahun 2016, ketika ia mengajukan kredit rumah bersubsidi yang disetujui dan kemudian dilanjutkan proses akad jual beli.

Kala itu, pengembang perumahan berjanji akan menyelesaikan pembangunan rumah dalam jangka waktu tiga bulan setelah akad jual beli, namun sampai sekarang, beberapa rumah bersubsidi belum bisa ditempati karena bangunannya belum selesai 100 persen. 

"Rumah belum bisa ditempati, tapi kondisinya sudah banyak yang rusak, seperti atap rumah yang lepas dan bocor," kata Dikin di Sungai Raya, Rabu (30/8).  
 
Dikin menjelaskan, selain pembangunan rumah yang belum selesai, developer perumahan juga mengabaikan pembangunan jalan perumahan. Padahal di awal perjanjian, warga dijanjikan akan mendapat akses jalan yang layak.

"Karena tidak ada akses jalan lagi, warga yang sudah menempati rumah terpaksa melewati jalan berlumpur dan tergenang air karena belum selesai dibangun, " sesalnya.
 
Selain itu, dikatakan Dikin, sebagian besar warga Gang Keramat juga mengeluhkan kondisi jalan umum di gang mereka yang rusak parah akibat sering dilalui mobil dump truk untuk mengangkut matrial bangunan di perumahan Kurnia Asri.

"Jalan di Gang Keramat sekarang ini hanya boleh dilalui mobil pickup,  tidak boleh dilalui truk karena dianggap peyebab jalan rusak," ujarnya.
 
Sementara seorang warga penghuni Perumahan Kurnia Asri yang enggan namanya disebutkan mengaku resah karena diancam subsidi rumahnya akan dicabut oleh developer perumahan, lantaran dituding mengontrakkan rumah miliknya ke orang lain. 

Ancaman tersebut tidak hanya dilayangkan kepadanya, melainkan juga terhadap belasan rumah warga lain di perumahan Kurnia Asri. Padahal dari belasan rumah yang mendapat ancaman, tidak ada satupun yang dikontrakkan. 

"Tapi jelas-jelas rumah yang memasang plang dikontrakan justru tidak diancam dan tidak dicabut subsidinya," kata dia 

Menurut dia, saat ini angsuran rumah subsidi sebesar Rp 900 ribu per bulannya, jika subsidi dicabut, maka angsuran naik jadi dua kali lipat.

"Sebagai konsumen jelas kami merasa dirugikan, padahal kami sama sekali tidak mengontakkan rumah," tegasnya. (jek/jee)


  •