Senin, 16 Desember 2019


Renovasi SMPN 4 Ambawang Batal

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 665
Renovasi SMPN 4 Ambawang Batal

TERAS ROBOH – Tampak seorang guru berdiri di pinggir teras SMP Negeri 4 Ambawang yang roboh, baru-baru ini. Teras tersebut dikabarkan roboh sejak enam bulan lalu. SP/Jaka

Dana Bantah di Kubu Raya Bermasalah


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya
Karena kerusakannya cukup parah dan tidak bisa jika hanya dibangun dua lokal saja, maka waktu itu kita masukkan pada dana Bantah (bantuan pemerintah) dan sudah diverifikasi oleh kementerian dan pihak Untan

KUBU RAYA, SP – Ambruknya teras sekolah serta buruknya sebagian besar bangunan lain di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Sungai Ambawang ditanggapi Frans Randus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Senin (2/10).

Menurut Frans, di tahun 2017 ini, sebenarnya SMPN 4 Sungai Ambawang mau dibangun kembali dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Akan tetaoi, pembangunannya hanya bisa dilakukan untuk dua ruang kelas saja, padahal sekolah ini mengalami  kerusakan yang cukup banyak dan parah.

"Karena kerusakannya cukup parah dan tidak bisa jika hanya dibangun dua lokal saja, maka waktu itu kita masukkan pada dana Bantah (bantuan pemerintah) dan sudah diverifikasi oleh kementerian dan pihak Untan," kata Frans Randus.

Namun kemudian, ternyata pembangunan tidak dapat dilakukan lantaran saat itu di Kubu Raya sedang ada masalah, yakni dana Bantah untuk SMP di tahun 2017 itu ditunda oleh kementrian. Pasalnya satu di antara SMP, sejak 2015 hingga saat ini, belum selesai pembangunannya, yakni SMPN 16 Sungai Raya Satu Atap.

"SMP ini sedang dalam penyelidikan kepolisian, bahkan Direktorat Jenderal SMP juga sudah didatangi oleh kanit Reskrim Polresta Pontianak saat itu, maka dari itu SMPN 4 sampai sekarang tidak dibangun," ujarnya.   

Kendati ditunda, pihaknya berupaya terus agar pembangunan sekolah ini dapat direalisasikan. Baru-baru ini, ia selaku kepala dinas langsung mengirimkan pesan singkat beserta gambar kondisi SMPN 4 kepada Sekretaris Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Setelah saya jelaskan panjang lebar dan saya kirim gambarnya, beliau menjawab: ‘Saya sudah teruskan ke
Direktur SMP, Pak" ujar Frans sembari membacakan jawaban pesan singkat di telepon selelur yang dikirim oleh Sekretaris Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penundaan dana Bantah ini akan terus berlanjut sampai persoalan dana Bantah yang dikucurkan untuk SMPN 16 Sungai Raya dapat terselesaikan. Namun dapat pula diselesaikan jika persoalan SMPN 16 sudah diperiksa oleh inspektorat dan menghitung kerugian negara kemudian yang mengerjakan sekolah itu menggantinya.

"Jika sudah diganti kerugian negara, berarti tidak sampai ke ranah hukum. Sampai sejauh ini tidak ada solusi untuk sekolah yang roboh itu, karena tahun anggaran sudah berakhir," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Ambawang di Desa Pancaroba, Kubu Raya rusak parah. Bahkan teras sekolah yang berada di depan ruang kelas roboh sejak enam bulan lalu.

Valentinus Pianus, satu di antara guru mengatakan, sekolah berdiri sejak tahun 2000 silam, dan hingga saat ini memang belum pernah dilakukan perbaikan oleh pemerintah daerah. Akibatnya sejumlah pondasi bangunan telah banyak yang rapuh.

"Kalau teras roboh dan tidak bisa lagi digunakan ini sejak enam bulan lalu. Selain itu kayu pada bangunan sekolah ini  memang sudah banyak yang rapuh," kata Valentinus.

Sementara itu seorang guru lainnya, Agustinus Kusmas menuturkan, untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah  meminta kepada pemerintah daerah untuk segera memperbaiki kondisi sebagian besar sekolah yang mengalami kerusakan yang parah ini. (jek/ang)


  •