Warga Desa Durian Bahagia Jalan Poros Diperbaiki

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 967

Warga Desa Durian Bahagia Jalan Poros Diperbaiki
Ilustrasi
KUBU RAYA, SP - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai membangun jalan utama yang menghubungkan Desa Durian, Simpang Kanan, Puguk, Pasak, dan Pasak Piang, yang selama ini tidak tersentuh pembangunan.

"Kami sekarang mulai bernapas lega, karena jalan poros yang menghubungkan lima desa sedang dikerjakan pembangunannya oleh pemerintah," kata M Taufik, warga Simpang Kanan, Dusun Kampung Baru, di Sungai Raya, Rabu (18/10).

Jalan Poros tersebut dibangun dengan lebar 5,5 meter. Warga mengaku bahagia dan bersyukur atas terwujudnya pembangunan jalan tersebut yang sudah dinanti masyarakat sejak puluhan tahun yang lalu.

Terkait hal tersebut, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya Rusman Ali dan Hermanus yang telah mewujudkan pembangunan jalan tersebut.

M Taufik mengatakan sejak puluhan tahun warga dari lima Desa tersebut belum pernah menikmati jalan sebagus sekarang ini.

"Sekarang jalan kami sudah sangat lebar dan sangat bagus. Kami di sini sangat membutuhkan pembangunan ini, karena ini merupakan akses utama kami, baik anak-anak kami yang kuliah dan sekolah ke kota maupun kami yang mengangkut hasil-hasil pertanian dan perkebunan," tuturnya.

M Taufik mengatakan, sangat keberatan dengan adanya oknum-oknum yang mengganggu pembangunan hanya untuk kepentingan pribadi.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Durian Usman Faki meminta masyarakat untuk ikut menjaga dan mengawasi pekerjaan pembangunan, akan tetapi jangan mengganggu. Karena menurutnya, mengawasi dan menjaga pembangunan adalah hak setiap masyarakat.

Dirinya juga menyayangkan adanya informasi yang beredar bahwa ada oknum yang mengatasnamakan warga merasa terganggu dengan kegiatan pembangunan jalan tersebut.

"Saya sebagai kepala Desa meminta kepada masyarakat agar bersama-sama kita menjaga dan mengawasi pembangunan di daerah kita ini. Kita sepantasnya bersyukur dengan pembangunan yang ada di daerah kita ini," kata Usman.

Sebelumnya, sejumlah warga menyoroti penutupan akses jalan poros itu yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Penutupan jalan itu dianggap menjadi penyebab lumpuhnya mobilisasi, menyulitkan aktifitas warga hingga menurunkan tingkat penghasilan warga.

Sukran menyebutkan, jalan poros itu merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan enam desa di Kacamatan Ambawang, sehingga penutupan jalan ini sangat berdampak pada masyarakat sekitar terutama pada perekonomian warga Sebagaimana diketahui, hingga saat ini, Jalan Poros di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang masih dalam tahap pembangunan, sejak adanya pembangunan jalan itu, pelaksana pekerjaan (kontraktor) menutup akses warga melintas. 

Padahal jalan itu yang menghubungkan Desa Durian, Desa Simpang Kanan, Desa Puguk, Desa Bengkarek, Desa Pasak Piang dan Desa Pasak.

“Jalan ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat ke atas sehingga menyulitkan warga untuk beraktifitas terutama menganggkut hasil pertanian, menyulitkan pedagang untuk membawa dagangan,” kata Sukran. (ant/jek/ang)

Komentar