Selasa, 24 September 2019


Sekolah Sesalkan Tuduhan Berita Media

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 674
Sekolah Sesalkan Tuduhan Berita Media

GRAFIS (Suara Pemred/Koko)

Sri Umbarisasi, SMP 4 Sungai Raya
"Jangan gegabah untuk memvonis sesuatu, jika belum ada fakta yang jelas! Di media saja gambarnya masih buram, sejauh ini yang mengatakan itu SMP 4 juga masih menerka-nerka,"

Darmanelly, Kepala DP2KBP3A Pontianak

"Mungkin kita kasih info ke anak-anak agar anak-anak cerdas dalam memanfaatkan teknologi informasi ini. Anak-anak harus pandai memilah apa yang terbaik bagi dirinya,"

KUBU RAYA, SP - Pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, menanggapi secara serius viralnya video dan foto mesum antara dua anak sekolah yang diduga murid sekolah tersebut. Pihak guru menyesalkan pemberitaan media yang langsung menuduh, tanpa konfirmasi ke sekolah tersebut. 

Satu diantara guru di SMP 4 Sungai Raya, Sri Umbarisasi menungkapkan, pihaknya merasa keberatan dan menyanyangkan adanya sejumlah pihak yang langsung memvonis beredarnya video dan foto mesum pelajar di jejaring sosial.

"Belum diketahui kebenarannya, kok sudah bisa mengatakan dan menyimpulkan, itu perbuatan murid SMP 4, dari mana tahunya?" ujar Sri Umbarisasi, ketika ditemui Suara Pemred di SMP 4 Sungai Raya, Rabu (8/11). 

Pihaknya menyayangkan ada media massa langsung memberitakan video dan foto mesum itu dilakukan oleh pelajar SMP 4. Padahal media yang bersangkutam tidak mengecek, dan mempertanyakan kebenarannya langsung ke pihak sekolah.

"Jangan gegabah untuk memvonis sesuatu, jika belum ada fakta yang jelas! Di media saja gambarnya masih buram, sejauh ini yang mengatakan itu SMP 4 juga masih menerka-nerka," ujarnya.  

Guru SMP 4 lainnya, Ferry mengungkapkan, viralnya video dan foto mesum di jejaring sosial media yang dilakukan oleh pelajar, belum dapat dipastikan perbuatan itu dilakukan oleh pelajar di SMP 4. Hingga saat ini, pihaknya hanya mendapat informasi dan kiriman berupa foto-foto yang tidak jelas, sementara video belum ada diterima oleh pihak sekolah.

"Kami belum dapat memastikan itu siswa di sekolah ini atau bukan, karena foto-foto yang kami dapatkan juga belum jelas. Bahkan foto dan video yang di media online itu juga diblur," ujar Ferry.

Kendati demikian, usai mendapat informasi dan tudingan foto mesum yang beredar itu dilakukan oleh pelajar SMP 4, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat, dengan melakukan razia dan pemeriksaan terhadap telepon genggam siswa di sekolah itu. Alhasil, sekitar 100 unit telepon genggam diamankan.

"Aturannya, siswa memang tidak diperkenankan membawa HP. Sampai saat ini, HP mereka baru dirazia saja, belum kami periksa satu persatu," ujarnya 

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak lainnya, seperti kepolisian untuk melakukan investigasi dan mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi. "Jika hasilnya nanti, hal itu memang dilakukan oleh pelajar di sini, maka kami langsung menggelar rapat untuk menentukan kebijakan yang dilakukan oleh sekolah," terangnya.

Sejauh ini, pihak sekolah sudah melakukan pembinaan dan pengawasan yang cukup ketat. Jika memang hal ini terjadi pada siswa di SMP 4, pihaknya menganggap hal itu merupakan musibah. 

Pengawasan Orangtua


Untuk mencegah terjadinya kenakalan dan kasus permasalahan anak, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanelly mengatakan, pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada orangtua, bagaimana menghadapi anak-anak zaman sekarang.


Perbedaan yang terjadi di antaranya, di zaman orangtua dulu, banyak kisah didapat dari nasihat orangtua. Bisa dari dongeng yang diceritakan. Sementara sekarang, cukup dengan mencari di Google atau media sosial, banyak hal didapat. 


"Mungkin kita kasih info ke anak-anak agar anak-anak cerdas dalam memanfaatkan teknologi informasi ini. Anak-anak harus pandai memilah apa yang terbaik bagi dirinya," katanya.


Anak-anak harus diajarkan menggunakan media sosial yang cerdas. Kemajuan teknologi memang tak bisa dihindari, untuk itu perlu orangtua dan lingkungan yang baik untuk membentuk mereka. 


"Karena yang namanya anak-anak kan meniru dan lebih senang dengan hal-hal yang baru. Misalnya kita bilang jangan lakukan, itu justru ingin tahu melakukan yang jangan tadi itu," jelasnya. 


Dalam hal ini, orang dewasa harus memberi contoh yang bagus. Mesti dijelaskan bahwa, ada aturan dalam media sosial. Misalnya tidak boleh bully, unggah foto porno, kekerasan dan hal-hal yang mengganggu stabilitas negara. 


"Kan ada istilahnya menggunakan internet yang cerdas, kepada anak-anak remaja kita. Karena mereka terkadang lebih pintar dari orang dewasa dalam menggunakan internet," katanya 


Sementara untuk menghindarkan anak dari pergaulan bebas, pihaknya punya program sosialisasi pendewasaan usia perkawinan di bidang KB. Ada duta genre, ada pusat informasi, konseling remaja dan mahasiswa. Selain itu, ada program bina keluarga remaja, dan forum anak. 


"Mereka (forum anak) menjadi pelopor dan pelapor. Jadi kita titipkan kapasitas pengetahuan kepada anak-anak, bagaimana tentang kesehatan reproduksi remaja, sehingga anak-anak lebih bertanggung jawab memelihara kesehatan reproduksinya," ucapnya. 


Dunia anak-anak memang cenderung berkomunikasi dengan sebaya. Maka dibentuk pula pendidik sebaya dan konselor sebaya. Mereka mungkin akan curhat sesama anak.

Mesti Diusut


Tokoh masyarakat Kubu Raya, Edi Suhairul mengatakan, perlu ada penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait, memastikan tentang viralnya video mesum yang dilakukan oleh pelajar, baik itu pihak sekolah, pemerintah khususnya Dinas Pendidikan maupun pihak kepolisian.


"Informasi apa pun sekarang sangat mudah dan cepat beredarnya. Media maupun pihak lainnya, jangan langsung memvonis hal itu dilakukan oleh siapa, sebelum ada fakta dan bukti yang jelas," ujarnya. 

Edi juga menyayangkan, jika memang benar adegan mesum yang dilakukan oleh pelajar di dalam video mesum itu merupakan pelajar Kubu Raya yang masih SMP. Ia sangat menyayangkan siapa pun yang dengan cepat mengunggah video itu, tanpa memikirkan hal negatif yang bakal terjadi.

Untuk itu, Edi juga berharap kepada aparat kepolisian, mengusut dan memproses secara hukum orang yang menyebar luaskan hal ini. Hal ini jelas melanggar undang-undang, karena mengandung unsur pornografi dan pencemaran nama baik. 

"Bisa saja ini sengaja dilakukan dan disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mencari sensasi atau ingin membuat sesuatu yang heboh," ujarnya. 

Humas Polda


Suara Pemred mengkonfirmasi ke bagian Humas Polda Kalbar tentang kasus ini. Kepolisian belum menyampaikan rilis terkait kasus tersebarnya video asusila pelajar yang sedang viral di Kota Pontianak dan Sekitarnya. 


Pihak Humas Polda Kalbar masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan di Polresta Kota Pontianak, setelah itu baru melakukan rilis. Alasannya, supaya tidak memberikan rilis berita yang terpotong-potong. (aan/abd/bls/jek/lis)


  •