Kecamatan Sungai Raya Rawan DBD

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 379

Kecamatan Sungai Raya Rawan DBD
Ilustrasi. Net

Berli: Tingkat Kesadaran Warga Rendah


Berli, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya
“Kemudian ada juga kebiasaan masyarakat yang menampung air namun tidak ditutup dan tidak ditaburi abate, dan kurang teraturnya masyarakat menguras air di tempat penampungan,”

KUBU RAYA, SP
– Tim Ekspedisi dari Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pemberantasan penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) akan menggelar pemaparan pengendalian penyakit di Puskesmas Sungai Ambawang, Kubu Raya, Rabu (6/12) mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Berli mengatakan, Tim Ekspedisi tersebut berkeliling dari Kalimantan Utara. Tujuannya adalah untuk melakukan kegiatan pemaparan pengendalian penyakit yang muncul di daerah Kalimantan, termasuk Kalbar. 

“Tim ekspedisi ini akan menutup rangkaian kegiatan perjalanannya di Kubu Raya,” kata Berli, kemarin.

Dia menjelaskan, beberapa jenis pengendalian penyakit di wilayah Kalbar yang akan dipaparkan oleh Tim Ekspedisi tersebut yakni seperti Demam Berdarah Dengeu (DBD), Diare, Malaria, HIV/AIDS, Vilariasis, Kusta dan banyak lagi lainnya.

Berli menjelaskan, khusus di Kubu Raya, penyakit DBD memang masih relatif tinggi. Sepanjang tahun ini pihaknya mencatat terdapat sebanyak 139 kasus DBD yang telah ditangani. Penderita DBD di Kubu Raya juga tercatat tersebar di sejumlah kecamatan. 

“Kasus DBD yang paling tinggi adalah di wilayah Kecamatan Sungai Raya,” ungkapnya.

Menurut dia, penyebab utama tingginya kasus DBD di Kecamatan Sungai Raya yakni dipicu masih banyaknya tempat-tempat yang menjadi kembang biak nyamuk. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan juga masih sangat rendah.

“Kemudian ada juga kebiasaan masyarakat yang menampung air namun tidak ditutup dan tidak ditaburi abate, dan kurang teraturnya masyarakat menguras air di tempat penampungan,” kata Berli.

Untuk menekan potensi timbulanya penyakit endemik seperti DBD, Diare dan Malaria di musim penghujan ini, maka seluruh Puskesmas diminta untuk terus mensosialisaikan kepada masyarakat agar menciptakan pola hidup bersih.

“Selain itu kita juga bekerjasama dengan seluruh RT untuk membagikan abate kepada seluruh masyarakat Kubu Raya,” jelasnya. 

Kepala Puskesmas Lingga, Sungai Ambawang, dr Wiliam menyambut baik kegiatan pemaparan pengendalian penyakit yang akan dilakukan oleh tim ekspedisi Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut.

“Tentu kita akan ikut dalam kegiatan itu,” katanya. 

Mengenai kasus DBD di wilayah Puskesmas Lingga, Wiliam mengatakan, sejauh ini penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk itu memang masih terjadi. Namun ia lupa berapa angka pastinya. 

“Di terakhir bulan November kemarin ada beberapa (penderita) yang sudah dirujuk. Sejauh ini masih kita pantau terus.  Dan kalau sudah musim pancaroba seperti ini, penyakit seperti DBD dan Diare pasti akan muncul,”katanya.

Dia pun mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisai kepada masyarakat agar selalu menjaga pola hidup sehat, membersihkan lingkungan dan memusnahkan tempat kembang biak nyamuk.

Rutin Gelar Penyuluhan


Wakil ketua Komisi I DPRD Kubu Raya Muhammad Nordin mendorong Dinas Kesehatan Kubu Raya melalui Puskesmas yang ada di setiap kecamatan agar gencar melakukan penyuluhan kesehatan di lingkungan masyarakat. 

Terlebih di musim penghujan ini. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit yang bersifat wabah, seperti Diare dan DBD. 

“Memang di musim seperti saat ini, biasanya banyak penyakit yang timbul dan rentan menyasar ke anak-anak,” katanya.

Selain itu politisi dari Partai Golkar ini pun juga mengimbau kepada masyarkat agar aktif memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat. Apalagi saat ini program pemerintah telah menggratiskan biaya kesehatan di Puskesmas.

“Sekarang itu kan masyarakat tinggal menunjukan KTP, dan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis,” tutupnya. (abd/ang)