Mengerikan! Dua Nyawa Melayang, Begini Kronologis Kecelakaan Maut di Ambawang

Kubu Raya

Editor K Balasa Dibaca : 1873

Mengerikan! Dua Nyawa Melayang, Begini Kronologis Kecelakaan Maut di Ambawang
Kecelakaan maut di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Ambawang, Rabu (13/12) petang. (ist)
PONTIANAK, SP - Kecelakaan maut di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Ambawang, tepatnya di Dusun Lintang Batang, Desa Mungguk Jering, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (13/12), sekira pukul 15.30 WIB, menelan korban dua orang meninggal dunia di tempat.

Korban meninggal dunia atas nama Andian (35) warga Desa Korek, Kecamatan Ambawang, KKR, yang mengendarai mobil pikap, mengalami cedera serius di bagian kaki dan tangan. 

Korban lainnya,  Cembong (54) yang merupakan penumpang mobil pikp, warga  Desa Gununga Tamang, Kecamatan Ambawang, KKR, mengalami cedera serius di bagian kepala. 

Selain korban meninggal dunia, terdapat beberapa korban yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. 

Di antaranya pengemudi mobil truk dengan plat Nomor Polisi KB 9459 DA, atas nama Martunis Johan (40), warga Kabupaten Sanggau, yang bermuatan sepeda motor dengan luka pada bagian tangan. 

Penumpang mobil pikap atas nama Parto (60) warga Dusun Peraya, KKR, mengalami cedera pada bagian kepala.

Kemudian penumpang mobil pikap atas nama Norang (65), warga Dusun Gunung Tamang, KKR, mengalami luka pada tangan dan luka robek pada kepala bagian kiri. 

Selain itu penumpang pikap atas nama Linus Linjung (72), warga Dusun Gunung Tamang.

Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah, berdasarkan keterangan dari pengemudi truk dengan plaat Nomor Polisi KB 9459 DA, mobil dikemudikan dari arah Pontianak menuju arah Tayan dengan muatan sepeda motor.

“Sesampainya di TKP mobil KB 9459 DA, menghindar ke kiri dikarenakan dari arah berlawanan datang mobil pikap tanpa plat TNKB melaju mengarah ke arah truk dengan plat KB 9459 DA, karena jarak terlalu dekat, maka kejadian tabrakan tidak bisa dihindari,” katanya.

Syarifah Salbiah mengataakan, salah satu penyebab kecelakaan diakibatkan minimnya penerangan, rambu-rambu dan faktor jalan yang berliku.

“Daerah itu gelap, jalan berliku perlu paku jalan, pohon-pohon perlu dipangkas biar jalannya terang dan perbanyak rambu-rambu dan baliho,” katanya.

Dia juga berharap agar pihak-pihak terkait segera dapat memperhatikan hal tersebut. 

Selain itu, dia juga mengimbau agar para pengendara selalu berhati-hati dalam berkendara, dengan tidak melebihi batas kecepatan maksimum. (rah)