Kamis, 24 Oktober 2019


Petani Terancam Gagal Panen

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 417
Petani Terancam Gagal Panen

BANJIR – Tampak seorang petani melihat lahan pertaniannya terendam banjir. Pasca hujan deras mengguyur Kubu Raya beberapa hari terakhir, sejumlah lahan pertanian terancam gagal panen. (Net)

Lahan Sawah Terendam banjir


Sekretaris Komisi I DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin
"Oleh karena itu  pihak terkait harus segera memantau ke lapangan. Sehingga, jika ada persoalan, maka bisa cepat diantisipasi,"

KUBU RAYA, SP - Sekretaris Komisi I DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin meminta Dinas Pertanian Kubu Raya agar turun ke lapangan memantau langsung kondisi lahan pertanian pasca hujan deras yang mengguyur Kalbar empat hari terakhir.

Pasalnya hujan itu telah merendam sejumlah lahan sawah pertanian. Seperti misalnya di persawahan Jalan Arteri Supadio atau Ahmad Yani II. Menurutnya, kondisi itu tentu sangat berpotensi membuat gagal panen bagi petani. 

"Oleh karena itu  pihak terkait harus segera memantau ke lapangan. Sehingga, jika ada persoalan, maka bisa cepat diantisipasi," kata Jainal, Senin (15/1) kemarin.

Selain itu Jainal juga meminta kepada Dinas Pertanian, agar memperhatikan infrastruktur lahan pertanian, ke depan. Satu diantaranya adalah dengan membangun drainase.

Hal itu sangat penting diperhatikan oleh dinas terkait. Supaya, jika terjadi hujan lebat, seperti saat ini, maka genangan air di lahan persawahan cepat mengering. 

"Memasuki anggaran tahun 2108, ya segeralah membangun infrastruktur drainase di kawasan pertanian. Jangan hanya fokus membangun lahan persawahan, namun infrastruktur seperti drainase tidak diperhatikan," ujarnya. 

Pantuan Suara Pemred, untuk lahan persawahan di daerah Ahmad Yani II, memang sebagian tampak masih tergenang oleh air, akibat hujan yang intens mengguyur wilayah Kubu Raya di beberapa hari belakangan. 

Terparah, yakni di persawahan daerah Parit Semben, Sungai Raya. Bahkan, hingga saat ini genangan air hujan di daerah tersebut masih belum surut. 

"Kalau di daerah Parit Semben ini dari empat hari lalu, air tak surut-surut. Sawah, sampai rumah warga sebagian masih ada yang terendam," kata seorang warga, Marto kepada Suara Pemred.

Dia pun khawatir, padi yang ditanamnya akan rusak jika genangan air terus menggenang. "Kalau yang sudah besar si tidak terlalu pengaruh. Kalau padi yang masih kilecil itu, biasanya kuning karena terendam," tutupnya. 

Sementara itu, Dinas Pertanian hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait dengam data jumlah lahan persawahan yang terancam rusak akibat banjir yang melanda.

Suara Pemred sudah berupaya melakukan konfirmasi dengan cara mendatangi kantornya maupuan menghubungi nomor telepon Kadis Pertanian. Namun sampai saat ini, upaya konfirmasi tak membuahkan hasil. Nomor telepon yang dihubungi pun tak kunjung aktif.

Kembangkan Komuditi Pertanian


Sektor pertanian adalah salah satu sektor unggulan yang menjadi potensi dalam menopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. 

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Khalid Darmawan mengatakan, untuk mendongkrak hasil pertanian masyarakat, maka harus ada inovasi yang mesti dilakukan.

Satu diantaranya yaitu membuat kemandirian produksi pupuk bagi petani. KTNA punya program pendampingan kepada petani mengenai bagaimana cara memproduksi pupuk sendiri. 

Menurutnya, selama ini pengeluaran pembiayaan operasional petani memang lebih besar dalam hal pembelian pupuk. Hal ini kemudian membuat pengeluaran dan penghasilan petani tidak berimbang.

"Karena itu dengan bisa memproduksi pupuk sendiri maka diharapkan tingkat produksi bisa meningkat," ucapnya.

Selain itu, petani juga mesti diberikan peningkatan kapasitas dalam mengolah potensi pertanian yang moderen. "Petani tidak hanya dituntut untuk bisa bekerja. Namun bagaimana SDM nya pun terlatih," katanya.

Menurut Khalid, semua komoditi pertanian yang ada di Kubu Raya  punya peluang yang relatif baik untuk dikembangkan. Tinggal bagaimana sistem agribisnisnya yang harus dibangun

"Karena itu kita akan mendorong perubahan sistem agribisnis yang lebih baik di Kubu Raya ini," pungkasnya. (abd/ang)