Penderita ISPA di Rasau Jaya Meningkat

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 441

Penderita ISPA di Rasau Jaya Meningkat
MASKER – Petugas PMI memasangkan masker kepada sejumlah anak untuk mencegah ISPA. Kepala Puskesmas Rasau Jaya, Kubu Raya, Wulyono mengungkapkan, sejak seminggu terakhir, penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat drastis. (Net)

Puskesmas-Manggala Agni Sebar 5000 Masker


Kepala Puskesmas Rasau Jaya, Wulyono
“Sebelum kabut asap ini, paling banyak penderita ISPA yang kita tangani 12 pasien. Tapi sekarang ini 25 orang, memang mengalami peningkatan yang sangat signifikan, mencapai 60 persen,” katanya. 

KUBU RAYA, SP – Kepala Puskesmas Rasau Jaya, Kubu Raya, Wulyono mengungkapkan, sejak seminggu terakhir, penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat drastis. Bahkan mencapai 60 persen dari hari-hari biasanya.

Peningkata penderita ISPA tersebut ditengarai akibat kabut asap yang mulai pekat. Karena itu pihak Puskesmas telah membuat kebijakan untuk mencegah penderita ISPA agar tak meluas di masyarakat Rasau Jaya. 

“Jadi untuk antispasi ISPA kita sudah membuat kebijakan bekerjsa sama dengan Manggala Agni Kalbar untuk membagikan 5000 masker ke masyarakat,” kata Mulyono, Senin (19/2).

Selain itu, dia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Rasau Jaya agar menjaga kesehatan, dan banyak mengkonsumsi air putih di musim kabut ini. Kemudian masyarakat yang berpergian keluar rumah agar selalu memakai masker anti septik.

“Kalau tidak terlalu penting, sebaiknya kondisi cuaca yang seperti ini jangan banyak beraktifitas di luar rumah. Kepada orang tua saya minta agar menjaga anak-anaknya agar sementara ini mengurangi aktivitasi bermain di luar,” imbaunya.

Menurut Mulyono, sejak sepekan terakhir di Pusekesmas Rasau Jaya perhari rata-rata menerima sebanyak 20 hingga 25 orang pasien yang terserang ISPA. 

“Sebelum kabut asap ini, paling banyak penderita ISPA yang kita tangani 12 pasien. Tapi sekarang ini 25 orang, memang mengalami peningkatan yang sangat signifikan, mencapai 60 persen,” katanya. 

Khusus untuk antisipasi ISPA di kalangan pelajar, Mulyono mengatakan, sampai saat ini memang belum ada kebijakan dari sekolah untuk meliburkan meliburkan siswa. 

Namun, jika kondisi kabut asap semakin parah dan mengancam, maka Puskesmas Rasau Jaya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesahatan untuk membuat rekomenasi ke Dinas Pendidikan agar meliburkan anak sekolah.

“kita akan pantau terus peningkatan ISPA untuk beberapa hari ke depan. Untuk kondisi sekarang, kabut asap memang belum terlalu parah. Tetapi sudah harus diwaspadai,” pungkasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Berli meminta seluruh Puskesmas siaga penyebaran infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA menyusul telah munculnya kabut asap akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepekan terakhir.

Dalam mengantisipasi ISPA, Berli mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sistem pelayanan yang cepat, kendati hingga saat ini belum ada masuk laporan terkait kasus ISPA di masyarakat.

"Dari pemantauan kasus, ISPA memang belum meningkat secara signifikan. Tapi, semua Puskesmas sudah saya beri edaran agar waspada bahaya asap. Kita punya Ewars, yakni early warning and response system baik via SMS maupun email, terkait penanganan potensi ISPA," ungkap Berli, Minggu(16/2).

Selain itu, Berli turut mengimbau agar masyarakat juga menjaga kesehatan. Salalu menggunakan masker jika hendak bepergian. Terutama saat bepergian di malam hari.

Komitmen Tanggulani Karhutla


Bupati Kubu Raya Rusman Ali turut serta menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karthutla di Kalimantan Barat, yang digelar di Makodam XII Tanjungpura, Senin(19/2) pagi.

Rusman Ali menegaskan, bahwa Pemerintah Kubu Raya bersama jajarannya berkomitmen untuk terus melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kubu Raya.

"Saya minta desa yang dan Kamtibmas aktif melakukan pemantauan di daerahnya masing-masing untuk mencegah bertambahkan titik-titik kebakaran," pintanya. 

Dia pun mengakui, kondisi gografis Kubu Raya yang di dominasi lahan gambut tentu sangat memicu potensi kebakaran lahan di musim panas. (abd/ang)