Selasa, 17 September 2019


Sikapi Dugaan Pemukulan Anggota Panwascam, Ini Penjelasan Sujiwo

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 504
Sikapi Dugaan Pemukulan Anggota Panwascam, Ini Penjelasan Sujiwo

Calon bupati dan wakil bupati Kubu Raya, Muda-Jiwo. (SP/Jaka)

KUBU RAYA, SP - Menyikapi pemberitaan dugaan penyerangan dan pemukulan anggota Panwascam Sungai Raya oleh warga, Sujiwo memberikan penjelasan kepada media, Jumat (2/3).

Sujiwo mengatakan, kedatangan warga ke kantor Panswascam Sungai Raya itu karena terkait adanya pemanggilan kepala desa oleh Panwascam, warga bermaksud memberikan dorongan moril kepada kepala desa yang sedang dipangggil itu.

“Saya Pastikan dan tegaskan bahwa tidak ada penyerangan apalagi pemukulan terhadap anggota Panwascam yang ada adalah adu argumen dan dorong-dorongan karena warga terpancing ucapan salah satu anggota Panwascam,” ungkapnya.

Sujiwo juga mengatakan bahwa warga yang datang secara spontan ketika mendengar pemangilan  kepala desa dan memberikan dukungan moril, karena sama-sama mengharapkan Pilkada di Kubu Raya itu berjalan dengan baik. Tanpa ada keberpihakan Panwaslu kepada salah satu pasangan calon.

“Saya mendapat penjelasan dari salah satu warga yang datang ke Panwascam, maupun pihak kepolisian, tidak ada penyerangan apalagi pemukulan, yang ada adalah warga datang mensuport kepala desa yang dipanggil Panwascam, dan meminta Panwascam untuk profesional dan netral,” jelas Sujiwo.

"Jika ada penyerangan tentu ada yang dirusak dan akan kelihatan secara kasat mata, jika ada pemukulan juga tentunya ada bekasnya, babak belur, lebam atau memar. Tapi coba kita lihat hasil visumnya, apalagi ini sudah ditangani pihak yang berwenang," tambahnya.

Sujiwo juga menyayangkan kejadian tersebut. Dia memandang hal ini tidak akan terjadi jika penyelenggara Pemilu termasuk Panwas menjalankan secara profesional, netral dan menindak lanjuti semua laporan masyarakat yang ingin ikut mengawasi pelaksanaan Pilkada ini sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

“Seharusnya hal ini tidak terjadi jika pihak penyelenggara melaksanakan tahapan Pilkada ini dengan profesional, ini akumulasi ketidak percayaan warga terhadap kinerja Panwas, warga melapor tentang dugaan KTP bodong, verifikasi faktual yang dilakukan tengah malam, ada indikasi keterlibatan oknum SKPD, adanya kepala desa bersama Paslon lain, Panwas tidak reaktif. Tetapi begitu bersama Muda-Jiwo Panwas terkesan reaktif, inilah yang saya kira mendasari gerakan aksi damai warga kemaren,” paparnya.

Dia meminta kepada semua pihak untuk mewujudkan Pilkada damai, bukan hanya kepada Paslon dan pendukungnya, tetapi semua pihak yang terpenting adalah penyelenggara Pemilu terlebih dahulu.

Jiwo juga meminta juga kepada media massa untuk memberikan informasi yang aktual dan berdasar sumber yang berimbang. Sehingga tidak membingungkan bahkan menjadi sumber berita bohong atau hoaks.

Selain itu, dia juga meminta semua pihak mengikuti aturan, apalagi hal ini sudah diproses oleh pihak berwenang. Dia mengajak semua menahan diri untuk meciptakan suasana damai di Pilkada ini. (jek)