Ada Pegawai KKR Terindikasi Gunakan Narkoba, Hasil Tes Urine Diserahkan ke Bupati

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 316

Ada Pegawai KKR Terindikasi Gunakan Narkoba, Hasil Tes Urine Diserahkan ke Bupati
TES URINE – Seluruh anggota Satpol PP Kubu Raya saat melakukan tes urine dalam rangka pencegahan penggunaan narkoba di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, baru-baru ini. Kini hasil tes tersebut telah keluar, sejumlah pegawai disebut terindikasi gun
Plt Sekda KKR, Oedang Prasetyo
“Memang ada beberapa orang yang terindikasi positif menggunakan narkoba, baik itu dari unsur PNS atau non PNS,”

KUBU RAYA, SP – Hasil tes urine yang dilakukan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) belum lama ini oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) telah keluar.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kubu Raya, Odang Prasetyo mengungkapkan, terdapat sejumlah pegawai yang terindikasi menggunakan barang haram tersebut.  

“Memang ada beberapa orang yang terindikasi positif menggunakan narkoba, baik itu dari unsur PNS atau non PNS,” ungkap Oedang, saat ditemui di kantornya, Rabu (7/3).

Menindaklanjuti temuan itu, dalam wakat ini Odang akan melaksanakan rapat pertemuan khusus dengan tim pengawas atau tim disiplin ASN. Rapat tersebut, akan melibatkan, pihak Inpektorat, BKSDM, Bidang Disiplin, dan asisten III.

”Mereka yang terindikasi narkoba ini apakah nanti langsung diberikan sanksi atau masih dilakukan pembinaan, tergantung hasil dari rapat khusus tersebut. Yang jelas, oknum-oknum yang positif narkoba ini sudah kami laporkan ke Bupati," tegasnya. 

Saat dikonfirmasi berapa jumlah pasti oknum PNS yang positif narkoba berdasarkan hasil tes urine tersebut, Odang enggan mengungkapkannya secara rinci. "Kalau untuk jumlah belum bisa kami sebutkan," ucapnya. 

Dia pun berjani, seteleh selesai pertemuan nanti, pihaknya akan membeberkan berapa jumlah oknum PNS yang dinyatakan positif narkoba ke awak media. 

"Yang jelas, dari BNNK sudah menyerahkan hasilnya kepada kita. Sanksi kepada oknum ASN yang positif narkoba ini bisa sanksi ringan, bisa sedang dan berat. Kalau yang paling berat, bisa sampai dilakukan pemecatan,” tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya masih akan memanggil lagi sebanyak 58 ASN untuk dites urine, karena yang bersangkutan mengelak saat digelar tes urine bersama 1000 ASN beberapa waktu lalu. 

Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus menegaskan, seluruh PNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Kubu Raya harus bebas dari narkoba. 

Sebab itu, tes urine akan terus dilakukan dengan bekerjasama bersama pihak BNN guna mendeteksi narkoba di lingkungan para pegawai. 

Menurut Hermanus, ASN yang terlibat narkoba bukan hanya merusak sistem kesehatan dirinya sendiri. Tertapi juga akan berdampak pada kerusakan pelayanan masyarakat. 

“Jadi, narkoba ini sangat komplek dampaknya. Untuk itu, kita berkomitmen membersihkan narkoba di lingkungan pegawai kita,"pungkasnya. 

Sebelumnya, seluruh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kubu Raya, melakukan tes urine yang digelar pihak BNN Kubu Raya, Senin (5/2). Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor Bupati.

Kepala Satpol PP Kubu Raya, Fauzi Kasim mengatakan, tes urine yang dilakukan terhadap seluruh personelnya tersebut dilakukan dalam rangka pembinaan pegawai.

"Jumlah personel yang dites urine sebanyak 200-an. Jika hasil tes urine ada anggota yang positif (narkoba) maka tentu akan kita sanksi," katanya saat di wawancarai di lokasi tes.

Ditambahkanya, tes urine tidak hanya dilakukan terhadap personel Satpol PP saja, namun juga akan menyasar ke seluruh pegawai, termasuk tenaga honor yang ada di lingkungan Pemkab Kubu Raya. 

Terancam Hilang Jabatan


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kusyadi mengatakan, ASN yang dinyatakan positif konsumsi narkoba akan diberi sanksi. 

"Kalau ada yang posiitif, sanksinya bisa sampai kita nonjob-kan, kemudian kita serahkan ke BNN untuk dibina dan diawasi," paparnya. 

Dia pun mengungkapkan, tahun lalu, ada beberapa oknum pegawai dinyatakan positif konsumsi narkoba setelah dilakukan tes urine. Oknum tersebut telah ditindak tegas berdasarkan aturan yang berlaku.

"Tahun lalu pernah kita temukan. Dan yang bersangkutan sudah kita nonjob-kan, kemudian kita serahkan ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi," pungkasnya. (abd/ang)