Senin, 23 September 2019


Teluk Empening Juara Lomba Desa 2018, Kades: Jadi Ajang untuk Menilai Kebijakan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 300
Teluk Empening Juara Lomba Desa 2018, Kades: Jadi Ajang untuk Menilai Kebijakan

LOMBA DESA - Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus meninjau proses penilaian lomba desa di Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, baru-baru ini. (Ist)

Tim penilai memutuskan tiga desa terbaik yang bakal menjadi juara lomba desa tingkat kabupaten. Tiga desa itu ialah Teluk Empening, yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Terentang, Desa Retok dari Kecamatan Kuala Mandor B dan Desa Medan Mas dan satu desa di Kecamatan Batu Ampar.

SP - Para aparatur dari tiga desa kemudian diminta tim penilai untuk memaparkan dan mempresentasikan sejumlah potensi desa di ruang media center Kantor Bupati Kubu Raya, kemarin.

Di hadapan para tim penilai, mereka saling bergantian menjelaskan semua keunggulan desa mereka.

Dari program unggulan pemerintah desa, potensi pertanian, pariwisata, perikanan, peternakan hingga fasilitas dan SDM masing-masing yang mereka miliki dipaparkan.

Hingga akhirnya tim penilai pun memutuskan Desa Teluk Empening lah yang layak menjadi juara pertama dalam lomba desa yang digelar Pemkab Kubu Raya tahun 2018 ini.

Desa ini pun berhak mewakili Kubu Raya dalam lomba desa tingkat provinsi yang akan mulai digelar Bulan April mendatang.

Menyandang gelar jawara se kabupaten Kubu Raya, membuat Pemerintah Desa Teluk Empening merasa puas dan bangga. Mereka bersyukur diberi kepercayaan untuk mewakili Kubu Raya di lomba desa tingkat provinsi.

Kepala desa Teluk Empening Muhammad Firdaus mengatakan, akan mempersiapkan desanya agar menjadi desa yang benar-benar unggul di segala bidang supaya kembali dapat memenangkan lomba tingkat provinsi.

Menurut Firdaus, keberhasilan desanya menjuarai lomba desa tingkat kabupaten tentu tidak terlepas dari peran serta seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat RT, RW, hingga Dusun.

Begitu pun kinerja para aparatur desa, di bawah komandonya selama ini para aparatur mulai dari ketua RT, ketua RW, Kepala Dusun, Kasi, staf, Sekdes serta tokoh masyarakat selalu kompak untuk bersama sama berkreasi dan berinovasi memberdayakan masyarakat.

Firdaus juga mengatakan, lomba desa pada intinya tidak hanya sekadar mengejar juara. Lebih dari itu, lomba desa menurutnya adalah ajang evaluasi kinerja pemerintah desa.

Sejauh mana desa berhasil dalam berbagai hal, seperti kepatuhan hukum dalam penyelenggaraan desa, pelayanan masyarakat, keberhasilan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan peningkatan daya saing.

Selain itu bagi Firdaus kepala desa yang senang bergaya nyentrik ini, lomba desa yang terpenting adalah ajang promosi potensi desa. Menurutnya, banyak sekali potensi di desanya yang patut menjadi perhatian swasta maupun pemerintah.

Beberapa di antara potensi itu ialah lahan sawah yang terbentang luas dan sudah terbukti mampu membuat produksi beras di desanya menjadi surplus.

Begitupun tingkat kesuburan tanah yang amat sangat cocok untuk ditanami berbagai produk pertanian jenis hortikultura, seperti Jahe dan daun jeruk purut. Dua komoditas ini sudah lama menjadi komoditas unggulan desanya. Belum lagi budaya kearifan lokal yang unik dan belum tentu ada di desa lain di Indonesia. (kro/ang)