Senin, 23 September 2019


Desa Limbung dan Teluk Kapuas Bakal Jadi Kelurahan, Sudah Memenuhi Persyaratan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 352
Desa Limbung dan Teluk Kapuas Bakal Jadi Kelurahan, Sudah Memenuhi Persyaratan

Plt Sekda Kubu Raya, Odang Prasetyo

Plt Sekda Kubu Raya, Odang Prasetyo
"Semua persyaratan administrasi sudah terpenuhi. Sudah kita sampaikan ke DPRD, dan DPRD juga menyambut baik perubahan status desa menjadi kelurahan itu," 

KUBU RAYA, SP - Dua desa di Kecamatan Sungai Raya, yakni Desa Limbung dan Desa Teluk Kapuas tidak lama lagi akan berubah status menjadi kelurahan, hal ini diungakapkan langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kubu Raya, Odang Prasetyo, Rabu (4/4)

Ia mengatakan, perubahan status Desa  Limbung dan Desa Teluk Kapuas,  untuk menjadi kelurahan, tinggal menunggu waktu saja. Bahkan,k secara keadmiinistrasian, semua persyaratan untuk pengajuan perubahan status dua desa tersebut untuk menjadi kelurahan sudah lengkap. 

"Semua persyaratan administrasi sudah terpenuhi. Sudah kita sampaikan ke DPRD, dan DPRD juga menyambut baik perubahan status desa menjadi kelurahan itu," kata Odang Prasetyo

 Odang menegaskan, dalam waktu dekat ini Pemerintah KKR bersama dengan panitia khusus (Pansus) DPRD akan membahas peraturan daerah (Perda) Kubu Raya terkait perubahan status dua desa menjadi kelurahan it. Sehingga bisa sesegera mungkin ditetapkan menjadi kelurahan.

 "Tetapi untuk pastinya, tentu tergantung dengan DPRD. Kalau DPRD cepat menyetujui pembahasan soal perda pembentukan kelurahan ini, tentu persoalannya juga bisa cepat. Tetapi kita berharap 2018 ini sudah selesai," tuturnya.

Menurutnya, Dua desa tersebut yang akhirnya dipilih untuk dirubah statusnya menjadi kelurahan, pertimbangannya tentu karena perintah undang-undang nomor 6 tahun 2014. Undang-undang tersebut mengamanatkan ke pemerintah daerah agar desa yang berada wilyah kota, atau di Pusat Pemerintahan,  berubah status menjadii Kelurahan.  

"Desa Limbung dan Desa Teluk Kapuas ini menjadi prioritas untuk di rubah statusnya menjadi kelurahan, karena ibu Kota Pemerintahan Kubu Raya ini memang berada di kawasan Liimbung dan Teluk Kapuas. Masak misalnya ibu kota kabupaten masih desa. Makanya ini kita arahkan untuk segera menjadi kelurahan,"katanya.    

Wakil ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Muhammad Nurdin mengatakan, pihaknya memang sudah menerima pengajuan tentang permohonan peruban status Desa Limbung dan Desa Teluk Kapuas, untuk di rubah menjadi kelurahan. 

"Saat ini Prosesnya itu, kita masih konusltasi. Untuk perubahan status desa menjadi kelurahan, maka harus di terbitkan dulu peraturan bupati nya," jelasnya. 

Konsultasi yang dia maksud yakni untuk menghindari persoalan teknis. Termasuk menghindari persoalan tpal batas kelurahan nantinya. 

"Tetapi, secara umum, kita sangat mendukung pembentukan kelurahan ini. Bila perlu, desa yang ada di ibu kota kabupaten ini semuanya di jadikan kelurahan. Karena itu icon pemerintah daerah," katanya. 

Dia pun menilai, semua desa yang ada di wilayah pusat pemerintahan Kubu Raya ini sudah layak di jadikan kelurahan. "Desa Sungai Raya Dalam, Desa Parit Baru, dan Desa Kuala Dua itu sudah layak di jadikan kelurahan, "pungkasnya.

Mesti Dikaji Untung Ruginya 

Sekretaris Asosia Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kubu Raya, Musamenyambut baik adanya wacana Pemerintah daerah Kubu Raya, yang akan merubah status desa yang ada diwilayah pusat pemerintahan, untuk di jadikan Kelurahan. Selama sepanjang menguntungkan dari sisi percepatan pembangunan. 

"Jika menjadi kelurahan akan mempercepat proses pembangunan, saya sangat menyambut baik, jika memang pemkab Kubu Raya mewacanakan itu,"kata Musa, Musa kepada Suara Pemred, Rabu (4/4).

Kendati demikian, tutur Kepala Desa Parit baru ini,  sebelum kebijakan itu digulirkan, sebaiknya pemerintah melakukan kajian secara  komprehensif atau menyeluruh terlebih dahulu, soal untung ruginya, jika desa berubah menjadi kelurahan  

"Harus ada kajian dulu. Misalnya, apa untungnya sebuah desa itu menjadi kelurahan? dan apa untungya jika sebuah desa itu bertahan pada posisi Desa? kalau misal posisi desa itu lebih menguntungkan, kemudian untuk apa dirubah menjadi Kelurahan. Kan seperti itu,"katanya.

Ia menambahkan, setiap desa yang yang telah dijadikan kelurahan tentunya secara  otomatis dana desa yang nilainya milyaran rupiah yang di terima setiap tahunnya juga tidak akanditerima lagi.  Sementara, dana Desa tersebut sangat efektif membantu pemerintah daerah dalam melakukan percepatan pembangunan di daerah.

"A pakah dengan perubahan status desa menjadi kelurahan itu, bisa membuat kemajuan, atau justru kemunduruan, maka hal ini yang harus di kaji secara dalam,"pungkasnya. (abd/jek)