BPBD Klaim Kubu Raya Zero Hotspot, Patroli Bersama Instansi dan Institusi Terkait

Kubu Raya

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 305

BPBD Klaim Kubu Raya Zero Hotspot, Patroli Bersama Instansi dan Institusi Terkait
KEBAKARAN LAHAN - Anggota Maggala Agni Kubu Raya saat melakukan pemadaman kebakaran lahan di wilayah Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya, Minggu (15/7) lalu. Api yang menyulut lahan gambut seluas 2 hektare tersebut berhasil padamkan petugas.
Kepala Pelaksana BPBD Kubu Raya, Mokhtar
"Kita bekerjasama dengan Manggala Agni dan personil TNI dan Polri melakukan patroli di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran lahan."

KUBU RAYA, SP - Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar Idris mengatakan beberapa hari lalu terjadi kebakaran lahan di sejumlah lokasi de 

Desa Mekar Sari, Kuala Dua dan Desa  Arang Limbung, Sungai Raya Kubu Raya. Kebakaran lahan itu sudah tertangani . 

"Lima lokasi lahan yang terbakar kemarin itu sudah berhasil kita padamkan," kata Mokhtar, Selasa (17/7). 

Menurutnya, saat ini di wilayah Kubu Raya terpantau masih dalam kondisi aman dari kebakaran hutan dan lahan.  Bahkan, sementara ini hotspot (titik api) sudah tidak terpantau alias zero. 

"Data BMKG tadi pagi (Selasa) Pukul 07.00 wib, titik hospot  di Kubu Raya zero,"katanya 

Kendati demikian, Mokhtar mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara rutin.  Terutama di wilayah gambut, seperti Rasau, Punggur, Arang Limbung, Kuala Dua dan di sekitar wilayah bandara, pemantauan dilakukan melalui pantau udara maupun patroli secara langsung setiap hari bersama dengan instansi dan institusi terkait lainnya. 

"Kita bekerjasama dengan Manggala Agni dan personil TNI dan Polri melakukan patroli di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran lahan," jelasnya. 

Mokhtar berharap, semua pihak turun tangan membantu pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di musim panas ini. Selain itu, dia meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan ke petugas jika terjadi kebakaran lahan.

"Laporan tersebut sangat penting. Supaya, pengendalian kebakaran lahan bisa di lakukan sedini mungkin. Kami terus bekerjasama dengan BPBD Provinsi untuk memantau daerah rawan," katanya.

Bupati Kubu Raya, Rusman Ali turut mengimbau kepada seluruh warga yang membuka lahan pertanian, agar sebaiknya tidak melakukan pembakaran lahan secara masif. Menurutnya, dampak negatif dari kebakaran lahan sangat besar. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan folusi udara,tetapi juga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi. 

"Kalau kabut asap sudah pekat, transportasi laut dan udara bisa macet. Kalau sudah begitu, ekonomi akan terganggu. Oleh karena itu, saya minta mari kita jaga lingkungan kita masing-masing. Jangan membakar lahan di musim panas ini," pungkasnya.

BMKG Deteksi  Titik Api di Sintang Terbanyak

Prakirawan Badan Meteriologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Supadio Kubu Raya, Beby mengungkapkan, jumlah titik hospot di Kalbar saat ini mencapai 80 titik. 

"Titik Hostpot tersebut tersebar di wilayah Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang. Tetapi yang paling banyak titik hotspot nya wilayah Sintang, yakni ada 30 titik,"katanya. 

Sementra di wilayah Kubu Raya dan Kota Pontianak kata Beby, tidak terpantau andanya hostpot atau titik api. 

"Sementara ini, wilayah Kubu Raya dan Kota Pontianak masih aman. Tetapi, nanti pukul 18.00, kita akan mengupdate kembali pantau titik hotspot di seluruh wilayah Kalbar," pungkasnya. (abd/jek)