Senin, 23 September 2019


Penginapan Jemaah Haji Kubu Raya Dijamin Representatif, Pemkab Berikan Uang Saku dan Tanggung Konsumsi

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 551
Penginapan Jemaah Haji Kubu Raya Dijamin Representatif, Pemkab Berikan Uang Saku dan Tanggung Konsumsi

PELEPASAN - Sebanyak 305 Calon Jemaah Haji Kubu Raya saat mengikuti acara pelepasan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (19/7). Pemkab menjamin Penginapan jemaah haji Kubu Raya ini Representatif. (Humas KKR)

Pj Sekda Kubu Raya Odang Prasetyo
"Konsumsi jemaah ditanggung penuh selama 9 hari di Madinah, 3 hari di Mina, sehari di Arafah, dan sehari di Muzdalifah."

KUBU RAYA, SP -  Sebanyak 305 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Kubu Raya dilepas secara resmi oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Odang Prasetyo di aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (19/7). 

305 CJH asal Kubu Raya ini, terdiri dari 145 jemaah pria dan 160 jemaah wanita, CJH Kubu Raya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 bersama JCH Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Sekadau, dan Kabupaten Kapuas Hulu dengan 3 personel pendamping dari Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). 

Odang meminta kepada seluruh jemaah untuk tidak khawatir dengan fasilitas ketika berada Mekah, dan Ia memastikan penginapan jemaah sangat representatif. Begitu pula untuk konsumsi akan mendapat bantuan dari pemerintah. Terlebih pada musim haji kali ini jemaah Kubu Raya juga mendapat bantuan uang saku sebesar Rp 1 juta dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“Konsumsi jemaah ditanggung penuh selama 9 hari di Madinah, 3 hari di Mina, sehari di Arafah, dan sehari di Muzdalifah," kata Odang Prasetyo. 

Menurut Odang, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk calon haji tahun ini juga mencakup biaya konsumsi selama di Embarkasi Batam dan biaya transportasi lokal.

“Yang seharusnya ditanggung jemaah sudah dibayar oleh pemerintah daerah. Kita melihat betapa rumitnya mencari makan di Embarkasi Batam. Karena itu kita melakukan kerja sama dengan jasa catering yang ditanggung oleh pemerintah daerah,” katanya.
 
Ia memaparkan menurut rencana, jamaah akan berangkat dari Asrama Haji Kota Pontianak menuju Embarkasi Batam pada 29 Juli mendatang. Dilanjutkan ke Mekah sehari setelahnya.

“Di tahun 2018 ini ada 307 jemaah calon haji. Namun 2 orang mutasi ke kloter 13 sehingga tinggal 305 orang. Total rombongan di kloter 11 sebanyak 445 orang, satu pesawat,” paparnya.

Odang mengatakan ibadah haji sangat memerlukan kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan tentang rangkaian pelaksanaannya. Karena itu, dirinya berpesan agar jamaah menjaga kesehatan dan tepat mengelola waktu serta kegiatan.  Hal itu agar stamina jamaah tidak terkuras sebelum waktunya. 

"Jangan sampai, ujar dia, kondisi kesehatan dan mental menurun justru ketika rangkaian kegiatan ibadah sedang mencapai puncaknya," katanya 

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten kubu Raya, Ismail Kasim menambahkan, rute ibadah haji jemaah Kubu Raya dimulai dari Mekah untuk melakukan rangkaian ibadah haji. Usai ritual wuquf dan tawaf ifadah, baru bergeser ke Madinah untuk ziarah dan melaksanakan arbain atau salat fardu empat puluh waktu. 

Menurutnya, dari 305 jemaah calon haji asal  Kubu Raya, jemaah tertua atas nama Juna Burce, asal Kecamatan Sungai Raya dengan usia 92 tahun.

"Sementara jemaah termuda yaitu Badaruddin dari Sungai kakap dengan usia 28 tahun,” pungkasnya. (abd/jek)

Mendukung Secara Moril dan Materil

Perwakilan Calon Jemaah Haji (CJH) Kubu Raya, Suprapto mengapresiasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kubu Raya dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang dinilainya sangat komit memfasilitasi jamaah haji. 

Selain bimbingan intensif dalam bentuk manasik dari Kantor Kemenag, Pemkab Kubu Raya  yang mendukung secara  moril dan materil.

“Terutama dukungan materil yang sudah diterima seluruh calon jamaah haji Kubu Raya," ujarnya.

Ia mengatakan dukungan materil yang diberikan Pemkab Kubu Raya kepada CJH asal Kubu Raya, mulai dari perlengkapan seperti pakaian hingga bantuan dana transport lokal, uang saku, dan konsumsi di Embarkasi Batam.

"Kita berterima kasih kepada pemerintah daerah. Mudah-mudahan Kubu Raya menjadi daerah yang masyarakatnya punya ketakwaan tinggi,” ungkapnya. (kro/jek)