Deklarasi 2019 Ganti Presiden, Mardani Orasi Tanpa Panggung di Punggur

Kubu Raya

Editor Indra W Dibaca : 3848

Deklarasi 2019 Ganti Presiden, Mardani Orasi Tanpa Panggung di Punggur
Mardhani Ali Sera (kemeja putih), saat menyampaikan orasinya kepada para pendukung di samping panggung. (SP/Rah)
KUBU RAYA, SP - Sang inisiator tagar 2019 Ganti  Presiden, Mardani Ali Sera turun langsung dalam kegiatan deklarasi tagar 2019 ganti presiden di Desa Punggur, Kecamatan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (26/8) pagi.

Namun dia datang terlambat. Batas waktu yang telah ditetapkan telah habis. Sebagian massa telah membubarkan diri. Begitu pula dengan perlengkapan panggung, atribut dan sound system sudah dikemas.

Mardani yang semula rencananya akan memberikan orasi dalam deklerasi itu, akhirnya hanya dapat memberikan pengarahan pada pendukungnya di samping panggung. 

Orasi yang dilakukan tanpa panggung itu pun berjalan singkat. Lalu sejurus kemudian massa   kembali membubarkan diri dengan tertib.

Dijumpai dalam konferensi pers terkait kegiatan tersebut di Cafe Sugeban, Jalan Alianyang Pontianak, Mardhani Ali Sera mengaku gembira
karena deklarasi ganti presiden di Kalbar berjalan penuh dengan pertualangan.

“Saya harusnya pukul 05:45 sudah naik pesawat, ternyata ditunda dan akhirnya datang jam 11:00 WIB. Ketika sampai ke lokasi acara sudah selesai. Oleh teman-teman kepolisian acara di cut off pukul 11:00 WIB, sementara saya sampai jam 11:40 WIB,” jelasnya.

Dirinya bersyukur bisa mengadakan kegiatan itu meski tanpa panggung. Karena waktu yang sudah habis tersebut, dirinya hanya bisa menyampaikan beberapa nasehat kepada relawan, serta salam hangat dari tim di Jakarta agar tetap dalam satu barisan dan semangat.

“Izin dijalankan, koordinasi dijalankan, kalau jam 11 kita cut off, kita ikuti, tidak pakai panggung, trus kita bikin acara informal,” imbuhnya.

Dia juga mengklaim bahwa gerakan ini sah dan legal secara konstitusional. Kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur sebagai bagian dari penyampaian aspirasi. Panitia menurutnya juga telah melaksanakan kegiatan dengan elegan dan penuh kesantunan.

"Kita ingin menyatakan kepada semua penegak hukum, hormati hak konstitusi. Karena, kami ingin demokrasi yang matang. Jika ada yang ingin Pak Jokowi dua periode ya monggo," ucapnya. 

Maradani pun mengaku telah mengetahui ada beberapa orang panitia yang telah diamankan oleh aparat untuk dimintai keterangan.

"Saya mendapat informasi memang diminta ke kantor (Polresta). Sebetulnya itu bukan diperiksa, hanya dimintai keterangan, terkait kegiatan tersebut dan itu sudah sesuai prosedur," pungkasnya.

Koordinator kegiatan deklarasi Gerakan 2019 ganti presiden, Syarif Hasan Basri mengatakan, dia dan beberapa orang dipanggil ke Mapolresta untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kegiatan tersebut.

"Hari ini dipanggil untuk menambah keterangan sebelumnya, dan saya sampai hari ini belum mendapat informasi kalau mereka diamankan," katanya.

"Kalau memang ada penahanan kita akan berikan semacam advokasi, dan ini bukan hanya karena mereka bagian saudara kita tapi juga bagian dari hak menyatakan pendapat yang dilindungi Undang-undang," tutupnya. 

Seperti diketahui, deklarasi 2019 ganti presiden di Desa Punggur dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB. 

Kegiatan ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI. Sesuai kesepakatan antara panitia dan aparat keamanan, acara tersebut hanya boleh berlangsung hingga pukul 11:00 WIB. 

Koordinator kegiatan mengklaim lebih dari 2.000 orang dari berbagai daerah di Ketapang, Singkawang, Sambas, Mempawah, Putusibau dan daerah lainnya hadir pada acara ini. (rah/abd)