Penempatan Perawat di Kubu Raya Belum Merata

Kubu Raya

Editor Angga Haksoro Dibaca : 267

Penempatan Perawat di Kubu Raya Belum Merata
Kubu Raya, SP - Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kubu Raya melaksanakan kegiatan Workshop dan Seminar Keperawatan, Sabtu (17/11).  

Kegiatan yang diadakan di Aula Ki Bagoes Hadikoesoemo, Stikes Muhammadiyah Pontianak JalanSungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya itu dihadiri 400  anggota DPD PPNI Kubu Raya.  

Tema seminar adalah “Implementasi Undang-undang No 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan Serta Upaya Peningkatan Kompetisi Profesional Anggota PPNI”.  Ketua Panitia kegiatan tersebut, Molyadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin kepengurusan setiap tahun.  

“Karena ini merupakan kewajiban DPD untuk mengadakan berbagai kegiatan guna pemenuhan SKP (sasaran kerja pegawai) yang wajib terkumpul 25 dalam lima tahun,” ujarnya.   

Artinya kata dia kegiatan-kegiatan yang melibatkan anggota salah satunya untuk memenuhi syarat sasaran kerja pegawai tersebut. “Kita PPNI ini kan semua kabupaten ada. Sama halnya juga daerah lain juga harus melakukan kegiatan ini,” ujarnya.   

Molyadi berharap kegiatan ini dapat membantu para anggota DPD PPNI Kubu Raya memahami aturan keperawatan.   Ketua Dewan Pengurus Daerah PPNI Kabupaten Kubu Raya, Marijan menuturkan bahwa pihaknya mensosialisasikan UU tersebut kepada para anggotanya. “Kita harap mereka mendapatkan informasi yang lebih jelas dan lengkap dari para narsum yang menyampaikan tadi,” ujarnya.  

Dengan adanya kegiatan seperti ini juga berharap mendapat sumber daya yang profesional. Ssebab itu para perawat diberi pembekalan  salah satunya diantaranya melalui kegiatan tersebut.   

Marijan menuturkan pihaknya telah mendesain sumber daya perawat di Kabupaten Kubu Raya yang sejauh ini berjumlah 600 orang. Mereka tersebar di 9 kecamatan dan 118 desa.  Pertemuan ini penting untuk meningkatkan sumber daya, sehingga nanti para anggota kita bisa profesional.”  

Dewan Pengurus Daerah PPNI sedang mengupayakan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Dimana ada yang mengikuti RPL, D3, S1, bahkan sampai ke jenjang pasca perawatan.   

“Sehingga pada saat kami dibutuhkan oleh Pemda, kami selalu bisa bergerak organisasi. Kami juga tidak menunggu, namun juga menjemput bola," jelasnya.  

Misalnya jika terjadi musibah, bencana dan sebagainya PPNI dapat langsung bergerak tanpa menunggu instruksi pemerintah daerah.   

Untuk ketersediaan perawat di Kabupaten Kubu Raya, tenaga perawat di sudah cukup terisi. Hanya saja belum merata. “Semua terisi, karena perawat ini biasanya ditempatkan di posko yang ditempatkan di desa, puskesmas perawatan maupun non perawatan. Jadi terisi semua, namun belum merata, makanya kami advokasikan biar merata,” ujarnya. (iat)