SMK Darut Tauhit, Sekolah Gratis Minim Bantuan Pemerintah

Kubu Raya

Editor Admin Dibaca : 410

SMK Darut Tauhit, Sekolah Gratis Minim Bantuan Pemerintah
KUBU RAYA, SP - SMK Darut Tauhit, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, memerlukan perhatian dari pemerintah, karena minimnya sarana dan prasarana belajar.

Kepala Sekolah Darut Tauhit, Irwansyah mengatakan, semenjak didirikan di tahun 2016 sekolah tersebut belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Sampai saat ini belum pernah ada bantuan dari pemerintah. Mudah-mudahan gubernur baru ini, kita bisa diperhatikan," jelas dia.

Namun, tambahannya dengan segala keterbatasan tersebut. Pihaknya sendiri menggratiskan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya disekolah tersebut.

Menurut dia para siswa-siswi hanya dibebankan untuk membeli seragam sekolah saja, selebihnya seperti daftar ulang maupun daftar masuk itu gratis.

"SMK Darut Tauhid baru mempunyai satu jurusan yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Sekolah gratis ini merupakan terobosan kami dalam membantu pemerintah," jelas dia.

Dia mengaku, SMK tersebut semakin diminati masyarakat, terbukti di setiap tahun para siswa yang mendaftar bertambah. Total siswa SMK Darut Tauhid sebanyak 120 siswa, dengan rincian kelas 3, 18 siswa, kelas dua 40 siswa dan kelas satu, 62 siswa.

Sedangkan untuk Guru sendiri ia memanfaatkan para SDM yang ada di daerah tersebut, dengan total Guru 18 orang. Selama ini kata dia dalam pengelolaan sekolah tersebut hanya berharap dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan bantuan dari para donatur.

Hanya saja walaupun gratis pihaknya masih kewalahan. "Dana BOS sangat membantu operasional sekolah, selebihnya kami berharap dari para donatur. Walaupun gratis bukan berarti kami mampu," tutur dia.

Selama ini pihaknya sangat terbantu dengan para donatur. Bahkan kata dia untuk lokal sekolah pihaknya mendapat bantuan dari para donatur. Hanya saja ia mengganggap fasilitas belajar masih minim.

Contoh saja seperti lab komputer yang masih belum ada. Padahal kata dia untuk SMK yang fokus pada jurusan TKJ, Lab Komputer merupakan jantung sekolah. Prasarana untuk praktek seperti laptop atau komputer yang pihaknya dapatkan dari para donatur masih belum memadai dengan jumlah siswa.

"Kami butuh bangunan, terutama Lab Komputer, karena ini jantung sekolah. Kemudian Mushola yang masih belum ada. fasilitas juga masih memperhatinkan," tutur dia.

Namun kata dia walaupun dengan keterbatasan tersebut, pihaknya akan tetap mendorong para siswa-siswinya untuk berprestasi atau mempunyai keterampilan. Semenjak Januari 2019 sampai sekarang pihaknya menggelar praktek lapangan (magang) untuk para siswa-siswi sekolah tersebut.

"Mereka akan praktek selama satu semester. Kita kerja sama dengan toko komputer yang di Pontianak," pungkasnya. (iat)