Kamis, 21 November 2019


Jurnalis Kubu Raya Ikut Latihan Menembak Bersama Kunta Shooting Club

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 271
Jurnalis Kubu Raya Ikut Latihan Menembak Bersama Kunta Shooting Club

Jurnalis latihan menembak

KUBU RAYA, SP - Sejumlah wartawan yang bertugas di Kubu Raya turut merasakan sensasi latihan menembak menggunakan senjata api jenis Glock 19,G2 Combat yang merupakan senjata api produksi dalam negeri buatan PT Pindad Indonesia. 

Momen tersebut didapatkan saat para pewarta meliput kegiatan peresmian Kunta Shooting Club, Kubu Raya yang berlangsung di lapangan tembak Kuntawijayandanu milik TNI AU yang terletak di Komplek Lanud Supadio. 

Merasakan sensasi menembak tentu merupakan hal yang menarik dan baru, sebab selama ini para pewarta lebih akrab dengan kamera, buku, pulpen dan smartphone yang jarang lepas dari tangan saat berada di lapangan. 

Doris Pardede, misalnya, jurnalis Kompas Tv Pontianak ini mengaku sangat menikmati sensasi latihan menembak tersebut. Meski tidak terlalu tepat sasaran namun Ia puas dengan hasil tembakannya. 

"Lumayanlah, tembakan saya walaupun tidak seperti mereka yang sudah terbiasa tapi setidaknya ngak meleset amat dan masih berada dalam radius tembakan," ujarnya puas

Ke depan Doris berharap agar kegiatan seperti ini tetap bisa melibatkan kalangan jurnalis untuk turut serta megasah kemampuan menembak. Menurutnya menembak butuh kemampuan dan konsentrasi tinggi, selain tentunya tetap harus berpedoman pada keamanan dan keselamatan. 

"Kan kita didampingi, jadi tidak asal main tembak saja. Butuh konsentrasi dan tetap harus mendengarkan intruksi dan aba-aba pelatih supaya hasilnya maksimal," katanya 

" Harapan saya agar kalangan jurnalis bisa terus dilibatkan untuk mengikuti latihan seperti ini supaya ndak megang kamera melulu dan yang pasti bisa buat penyegaran," lanjutnya

Ketua Kunta Shooting Club, Suprapto menuturkan bahwa club tersebut merupakan bagian dari Perbankin dan berada penuh dibawah Perbankin. Ia pun menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang anggota Perbankin harus paham tujuan yang sebenarnya dari klub. 

Menjadi anggota Perbankin bukanlah untuk tujuan gaya-gayaan apalagi berharap bisa menenteng senjata kemana-mana. 

Minimal namanya sudah masuk perbankin tau tata cara, standardisasi, SOP cara menembak yang aman. Bukan sasaran yang tepat tapi aman dulu, aman kepada dirinya dan aman kepada orang lain

"Anggota harus ditatar khusus karena ini adalah tentang senjata api dan senjata api ini sangat berbahaya bisa menghilangkan nyawa seseorang ketika kita lengah sedikit saja," ujarnya 

Semua anggota perbankin juga sudah harus masuk kualifikasi mengerti tentang organisasi penembak Indonesia (Perbankin) jika tidak maka  tidak bisa diloloskan menjadi anggota. Sebab sangat berbahaya jika tidak memahami mamfaat dan tujuan Perbankin. 

Begitu pun terhadap standar menembak. Hal yang penting yang pertama jelas Suprapto bukanlah bagaimana bisa menembak sasaran dengan tepat melainkan menyangkut soal keamanan. 

"Standar paling pertama adalah aman, aman untuk diri sendiri dan aman untuk orang lain. Jadi tahu persis bagaimana untuk memainkan senjata," terangnya 

Setelah itu barulah belajar bagaimana cara menembak sasaran. Menurutnya olahraga menembak sangat berbeda dengan olahraga lain.

"Tidak memerlukan tenaga fisik yang bagaimana tapi betul-betul ketenangan jiwa, ketenangan rohani, bathin dan perasaan," jelasnya 

Di tegas Suprapto bahwa anggota Perbankin tidak bisa sebebas-bebasnya membawa senjata. Nanti semua anggota akan diminta rekomendasi kepada pusat untuk kepemilikan senjata. 

"Tetapi senjata itu senjata untuk olahraga tidak untuk gaya-gayaan dibawa kesana sini, tidak begitu. Kita ada SOP nya, standardisasi, dimana simpan senjata, dimana gudangnya. Itu semua ada standardisasi, " pungkasnya. (nak)