Seruan Aksi Boikot Pengiriman Kargo Belum Berdampak

Kubu Raya

Editor Hendra Cipta Dibaca : 191

Seruan Aksi Boikot Pengiriman Kargo Belum Berdampak
Ilustrasi
KUBU RAYA, SP - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) bakal menghentikan sementara pengiriman kargo melalui penerbangan selama tiga hari beturut-turut. 

Aksi boikot itu bakal dilakukan mulai Kamis, 7 Februari 2019 kemarin hingga Sabtu, 9 Februari 2019.

Kesepakatan perusahaan-perusahaan logistik itu dipicu oleh tingginya tarif angkutan kargo yang dikenakan maskapai.

Jika aksi boikot ini benar dilakukan tentu akan berdampak besar bagi jasa pengiriman barang menggunakan kargo pesawat. 

Untuk memastikan apakah ada dampak signifikan seruan aksi boikot ini terhadap aktivitas bongkar muat Kargo, Suara Pemred mencoba menelusuri langsung di gudang kargo Bandara Internasional Supadio Pontianak, Jumat (8/2)

Suasana aktivitas terpantau tetap berjalan seperti biasa. Demikian pun saat Suara Pemred bertemu Branch Manager Kargo Angkasa Pura, Supadio, Iwan Gunawan, menurutnya tidak ada masalah terkait aktivitas di sana. Semua tetap berjalan normal seperti biasa. 

"Terkait dengan aktivitas gudang Kargo Supadio Pontianak, bahwasanya mulai kemarin sampai hari ini pun kita mulai operasi sejak pukul 05.00 WIB, sampai selesai berjalan seperti biasa tidak ada efek atau pengaruh yang signifikan," terangnya 

Ditanya soal adanya seruan boikot oleh Asperindo memang diakui Iwan dirinya telah mengetahui dari adanya pemberitaan di media massa. Namun sekali lagi ia menegaskan sejauh ini tidak ada dampak bagi mereka. 

"Terkait informasi di koran-koran yang pembokotan itu, kenyataan dilapangan alhamdulillah semua barang berjalan normal baik yang datang maupun berangkat tidak ada yang bermasalah," yakinnya 

Namun demikian, Iwan membenarkan soal mengapa ada seruan aksi boikot. Menurutnya hal itu dilatar belakangi adanya kenaikan Surat Muatan Udara (SMU) oleh pihak maskapai. Tetapi lagi-lagi Iwan menyebutkan bahwa itu bukan kewenangan pihaknya untuk mengomentari. 

"Kalau kenaikan SMU memang ada, nominal kami kurang tahu karena itu menjadi kewenangan airlines, jadi mereka yang lebih tahu. Dampaknya ke Kargo disini tidak ada masalah, tetap jalan seperti biasa, " kata Iwan

Setiap harinya aktivitas di gudang Kargo Supadio kata Iwan tetap sama. Baik barang keluar maupun barang masuk yang didominasi oleh kargo-kargo Genco atau barang umum keseharian. 

"Untuk barang keluar sekitar 17 ton, kalau masuk sekitar 43 ton. Itu rata-rata per hari yang kami terima dan kami keluarkan disini," pungkasnya. (nak)