Desa Sungai Ambangah Tertinggal, Warga Minta Perbaikan Jalan

Kubu Raya

Editor Admin Dibaca : 1358

Desa Sungai Ambangah Tertinggal, Warga Minta Perbaikan Jalan
Jalan di Desa Sungai Ambangah, Kubu Raya.
KUBU RAYA, SP - Kondisi jalan dari Desa Madu Sari menuju Desa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya mengalami kerusakan yang cukup parah. Padahal Bupati Kubu Raya Rusman Ali, telah berjanji akan memperbaiki jalan ini bahkan akan membangun jembatan.

Jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer dipenuhi lubang dan batu besar yang dipakai untuk menimbun sebagian ruas jalan tersebut dari genangan lumpur membuat perjalanan terasa lamban.

Menurut tokoh pemuda desa setempat, Hefni Maulana mengatakan sejak Rusman Ali mencalonkan diri sebagai Bupati Kubu Raya, janji membangun jalan sudah digaungkan.

"Bukan cuma jalan, jembatan juga dijanjikan. Tapi sampai beliau sudah mau habis masa jabatan tak terealisasi," kesalnya.

Ia mengatakan, akibatnya janji tersebut, hampir sebagian besar masyarakat di sana memilih Rusman Ali pada waktu itu. Namun sekarang kata Hefni jika pun Rusman Ali kembali mencalonkan diri maka dipastikan tidak akan terpilih untuk di Desa Sungai Ambangah.

Dirinya berharap di masa bupati yang baru nanti yakni Muda Mahendrawan, jalan tersebut bisa dibagun. Terlebih Bupati terpilih telah menjanjikan itu, bahkan termasuk menjanjikan pembangunan jembatan yang membelah sungai Kapuas agar akses masyarakat semakin mudah.

"Tapi intinya jalan dulu lah, jembatan mungkin bisa belakangan. Karena ini janji beliau dan beliau menang mutlak didaerah sini pada saat Pemilukada kemarin, " katanya.

Kondisi jalan ini terjadi sejak tahun 2000 silam. Jalan ini hanya diperbaiki melalui inisiatif sesama warga dan Kepala Desa atau meminta perusahaan-perusahaan yang mobilnya sering melintas dijalan tersebut untuk melakukan penimbunan.

"Perusahaan-perusahaan banyak disini, angkutannya merusak jalan, misalnya kayak ternak ayam, sawit, toko bangunan dan usaha lainnya. Itu sedikit banyak akan semakin merusak jalan," terang pemuda yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Desa Sungai Ambangah.

Ia mengatakan, karena jalan ini tidak diperhatikan Pemkab Kubu Raya, maka warga berinisiatif membuat penyebrangan motor air yang langsung tembus ke desa seberangnya, yakni Desa Arang Limbung.

"Biaya sekali menyeberang lima ribu rupiah. Buka mulai jam 5 pagi sampai jam 12 malam. Kalau jam 12 malam keatas itu sepuluh ribu, " katanya.

Ia menjelaskan, jalan ini merupakan jalan utama menuju desa Sungai Ambangah, sehingga jika jalan ini dibagun tentu berdampak bagi perekonomian desa tersebut.

"Masyarakat disini banyak bekerja sebagai kuli bangunan. Akses mereka keseberang baik di Kubu Raya maupun kota Pontianak. Setiap hari harus nyebrang pakai motor air, " terangnya. (nak/jek)