Muda Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 157

Muda Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
MUSRENBANG - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Kuala Mandor B, Rabu (13/3). Pada Musrenbang itu, Muda Mahendrawan menyatakan akan fokus meningkatkan pelayanan kesehatan di Kubu Raya
KUBU RAYA, SP - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan memastikan peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama. Khususnya yang berkaitan dengan kesehatan ibu hamil dan menyusui. Menurut Muda, hal ini penting untuk diperhatikan termasuk oleh pemerintah desa, sehingga ia meminta kepada pemerintah desa untuk menganggarkan penyediaan makanan tambahan untuk ibu hamil. 

"Dari dana desa kan bisa, ini harus menjadi perhatian kita semua supaya anak-anak yang dilahirkan nanti sehat," ujar Muda Mahendrawan  saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kuala Mandor B,  di Aula Kantor Camat Kuala Mandor B, Rabu (13/3).

Ia menerangkan, hasil Musrembang harus memiliki target untuk mengatasi persoalan di masyarakat khususnya bidang kesehatan. 

"Contohnya, angka kematian ibu dan balita, stunting, kurang giz, semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kita harus punya target misalnya tahun depan harus berkurang 50 persen," katanya.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah membuat regulasi terkait  penggunaan Dana Desa (DD), melalui Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pedoman Keuangan Desa dan Tata Cara Penggunaan ADD dan DD.

Muda menyebutkan dari 1.800 an sasaran ibu melahirkan tahun 2018 yang lalu untuk wilayah kecamatan Kuala Mandor B ada 341 yang mengalami stunting. Selain itu, angka kematian ibu dan bayi di Kubu Raya juga semakin meningkat setiap tahunnya.

"Bahkan angka gizi kurang meningkat 200 persen. Maka dari itu, perlu peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kalau perlu pelayanan kesehatan keliling di maksimalkan lagi," tuturnya. 

Selain itu Muda juga mengatakan kedepan disetiap Puskesmas akan disediakan alat pemeriksaan kondisi bayi dalam kandungan berupa
 Ultra Sono Grafi (USG). Untuk memastikan ibu hamil bisa melakukan pemeriksaan kandungan setiap bulan. 


"Kalau USG kan pada semangat tu melihat kondisi bayinya. Nah kita akan menyediakan alat USG ini nanti disetiap Puskesmas. Karena sekarang harganya pun sudah tidak mahal lagi," terangnya. 

Camat Kuala Mandor B, Yansen Sibarani memastikan hasil Musrembang akan mengakomodir kepentingan dari bawah, baik dibidang ekonomi, kesehatan, sosial budaya maupun infrastruktur. 

Yansen menerangkan, saat ini memang ada ditemui kasus stunting di Kecamatan Kuala Mandor B. Karena itu berdasarkan hasil lokakarya mini pihak kecamatan bersama puskesmas, desa dan dinas pertanian kedepan disepanjang jalan desa akan ditanami buah-buahan yang mengandung nutrisi. 

"Karena anak-anak ini kan hoby dengan buah-buahan seperti itu. Pulang sekolah mereka bisa memetik dari pohon yang kita tanam," ujarnya.

Progam lain yang dilakukan adalah peregangan badan yang dilakukan secara rutin disekolah. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya tumbuh kembangkan anak agar tidak mengalami stunting(nak/jek)


Siapkan  Makanan Tambahan di Posyandu

Kepala Desa Retok, Kecamatan Kuala Mandor B, Sahidin menyebut arahan Bupati Kubu Raya untuk memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil sudah dilakukansejak lama.

"Sudah disiapkan setiap tahun dari anggaran ADD, untuk makanan tambahan yang diberikan ke Posyandu. Di Retok ada lima Posyandu," kata Sahidin. 

Ia mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk lima Posyandu ini,  mencapai Rp18 juta per tahun dengan sistem pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada pihak Posyandu. 

"Sudah diarahkan sejak beberapa tahun yang lalu, untuk menanggulangi gizi buruk," katanya.
Untuk kasus stunting , Sahidin mengaku belum ada penelitian resmi terkait stunting di desa yang ia pimpin. "Setiap desa mungkin ada, saya kemarin pernah berkomunikasi dengan Puskesmas. Stunting ini belum tentu gizi buruk, bisa faktor keturunan dan sebagainya," pungkasnya. (nak/jek)