RSUD Sudarso Tolak Tangani Risky

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 2333

RSUD Sudarso Tolak Tangani Risky
Rizky (11) warga Desa Padang Tikar 2 Kecamatan Batu Ampar, tampak terbaring lemah di rumah singgah, Jalan Adisucipto, gang Sidodadi, Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Bocah Asal Padang 2 Tikar  Menderita Meningitis

Badannya terlihat kurus, sudah sekitar setahun empat bulan anak tersebut menghadapi penyakit Meningitis yang merupakan infeksi yang menyebabkan radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges).


 Penyakit ini paling sering disebabkan oleh virus, tapi dalam beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur.
Semestinya saat ini Rizky duduk di kelas V SD. Namun sejak penyakit tersebut mendera ia tak mampu lagi bersekolah seperti teman-teman seusianya. Menurut ibu Rizky, Maya (33) putra pertamanya tersebut sudah menginjak kelas IV SD kala itu. 

"Awalnya dia hanya demam panas terus langsung sakit," kata Maya ditemui Suara Pemred, Kamis sore (14/3)

Tahun 2018 lalu, Maya dan suaminya, Aidil (33) pernah membawa anak sulung mereka itu berobat ke Rumah Sakit Sudarso dan sempat dirawat selama lebih dari satu bulan. 

"Udah sembuh demam kita bawa pulang kerumah. Dirumah kita rawat sendiri, paling kalau mau ganti selang ada dari pihak Puskesmas datang," tuturnya 

Saat dibawa ke Rumah Sakit Sudarso itulah,  Maya mendapatkan penjelasan dari dokter, Rizky menderita penyakit Meningitis. Setelah sekian, kondisinya tidak kunjung membaik, justru semakin parah.

Akhirnya pihak Puskesmas Padang Tikar merujuk Rizky ke rumah sakit Sudarso.
Rizky dibawa kerumah sakit pada Kamis, (14/3) siang dengan didampingi oleh salah satu petugas Puskesmas namun sesampainya di rumah sakit Rizky ditolak. 

"Kita ditolak karena kepenuhan, bawa ke rumkit kartika husada katanya ndak bisa ditangani di sana dan harus ke Sudarso. Karena sudarso pun belum bisa akhirnya kita bawa ke rumah singgah ini, dari pada luntang-latung dijalan," ucap Maya.


Maya berharap anaknya tersebut bisa secepatnya untuk ditangani karena kondisi sudah cukup parah. Ia juga berharap pihak Pemkab Kubu Raya melalui intansi terkait untuk memperhatikan nasib mereka. 
"Harapan kita ada perhatian dari pemerintah supaya anak saya bisa cepat ditangani," pungkasnya. (nana arianto/jek)