Kepala Desa Harus Mendata Ibu Hamil

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 83

Kepala Desa Harus Mendata Ibu Hamil
Kita semua, harus bersama-sama, bergerak bersama dengan fokus yang sama. Masalah stunting ini harus menjadi fokus kita bersama-sama. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.
KUBU RAYA, SP - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan meminta kepada setiap Pemerintahan Desadi Kubu Raya turut berperan aktif menekan angka stunting, lantaran angka stunting di Kubu Raya hingga saat ini masih sangat tinggi. 

Hal itu diungkapkan Muda saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sungai Raya, di Kantor Camat Sungai Raya, Selasa (19/3).

Menurut Muda Mahendrawan, Sungai Raya sebagai ibu kota Kabupaten Kubu Raya, sebagian desanya merupakan daerah perkotaan dengan permasalahan yang semakin kompleks. Untuk itu, harus bersama-sama bergerak, baik desa, kecamatan dan kabupaten untuk menjawab semua persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satunya adalah bagaimana menekan angka stunting yang masih banyak terjadi di masyarakat. Sebab stunting tidak hanya berpengaruh pada tumbuh kembang anak secara fisik akan tetapi juga tumhuh kembang psikis dan intelektual.

"Kita semua, harus bersama-sama, bergerak bersama dengan fokus yang sama. Masalah stunting ini harus menjadi fokus kita bersama-sama," ujar Muda Mahendrawan. 

Muda mengatakan, persoalan stunting bukan persoalan sepele. Melainkan sebuah persolan yang sangat kompleks. Sebab terjadinya pertumbuhan yang tidak normal pada anak, tidak hanya terjadi karena kurang giji saat dilahirkan. Melainkan sejak dalam kandungan dan bahkan gizi ibu sejak masih remaja.

"Jadi, jangan dikira stunting hanya terjadi karena gizi anak tidak cukup sejak lahir. Akan tetapi sejak dalam kandungan dan bahkan gizi ibu yang mengandung juga sangat mempengaruhi," ujarnya.

Muda mengharapkan dengan komitmen bersama-sama seluruh elemen masyarakat termasuk Pemerintah Desa. Kedepan Kepala Desa harus mendata masyarakatnya yang sedang masa kehamilan (ibu hamil). Dilengkapi gizinya bagi yang kurang mampu. Harus dicari formulanya untk memnuhi gizinya selama masa kehamilan. 

"Ini harus kita komitmen bersama-sama. Kita hrus ksroyokan menyelesaiakan fokus yang sama sehingga benar-benar tuntas. Dan saya rasa kalau kita sama-sama semuanya bisa diatasi dengan baik," pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Berli Hamdani memperkirakan 7.000-8.000 balita di Kubu Raya mengalami stunting. 

Memang, berdasarkan data yang dimiliki hanya 1.500 balita saja terdaftar. Namun jumlah itu jauh dari angka kalkulasi dinas.

"Jadi di Kubu Raya ini kalau secara angka, karena kita balitanya kurang lebih sekitar 27.000 maka kemungkinan besar stunting yang ada kisarannya antara 7 sampai 8 ribuan," kata Berli Hamdani.

Untuk pengentasan stunting, pihaknya sudah menyiapkan program-program. Setidaknya, kualitas hidup penderita stunting masih bisa dijaga supaya tidak sampai berpengaruh terhadap tingkat iteligensinya. 

“Karena dapat diduga bahwa penderita stunting ini juga memiliki gangguan atau kekurangan intelegensi, sehingga nanti pada saat mereka usia sekolah tentunya juga akan berpengaruh terhadap prestasi generasi muda," katanya. (hms/nak/jek)

Perlu Penanganan Menyeluruh 

Pj Sekda Kubu Raya, Yusran Annizam mengatakan, persoalan stunting kibat kekurangan gizi kronis perlu penanganan menyeluruh, diperlukan kepedulian dan kerja sama dari semua pihak terkait. Terlebih stunting  juga terjadi di banyak daerah lainnya di Indonesia.

“Untuk pelaksanaan program kita menyadari sepenuhnya bahwa penanganan stunting ini bersifat komprehensif holistik. Itu butuh kerja sama kita semua, termasuk di pemerintah daerah. Dan stunting ini sudah merupakan program prioritas di banyak daerah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di samping upaya secara medis atau kesehatan terkait penanganan stunting, hal terpenting lainnya adalah bagaimana menciptakan masyarakat yang bisa melakukan penghematan-penghematan biaya kesehatan.

“Karena dengan demikian mereka bisa mengelola pendapatannya untuk kebutuhan-kebutuhan yang lain. Terima kasih kepada pemerintah pusat atas program-program yang telah dilaksanakan. Kita berharap proyek ini nantinya dapat menjangkau daerah-daerah lainnya dan tidak hanya di sebelas provinsi,” pungkas Yusran. (hms/jek)