Ari Agustian, Juara DuniaTinju yang Tak Punya Pekerjaan Tetap

Kubu Raya

Editor Jaka Iswara Dibaca : 6509

Ari Agustian, Juara DuniaTinju  yang Tak Punya Pekerjaan Tetap
Ari Agustian
Meski namanya tak setenar petinju-petinju dunia lainnya, berbagai prestasi yang telah diraih Ari Agustian, petinju profesional asal Kabupaten Kubu Raya, baik itu prestasi tingkat nasioanal maupun prestasi tingkat internasional. Bahkan ia pernah meraih sabuk emas Presiden.

Prestasi terakhir yang berhasil diraihnya yakni ia berhasil menjadi juara dunia dengan meraih sabuk Word Boxing Champion (WBC) Asia di China pada Juli 2018 lalu. 

Sayangnya, meski cukup banyak prestasi yang telah diraih oleh petinju dengan julukan The Turbo ini, ia tidak mendapatkan perhatian dari pihak manapun termasuk dari Pemerintah Indonesia, padahal ia berhasil mengibarkan bendera merah putih di negeri China dengan menang TKO pada ronde pertama dari 12 ronde yang direncanakan.

"Ketika itu, yang ada ada dalam pikiran saya. Saya harus menang, saya harus bisa mengibarkan bendera Merah Putih di negeri orang. Saya tidak mau mempermalukan diri saya sendiri dan negara saya," kata pria kelahiran 1 Agustus 1995 itu.

Ketika hendak bertanding ke China, Ari hanya bermodalkan semangat tarungnya. Ia berada di Negeri Sakura kala itu,  bersama dengan dua rekannya yang lain, tidak ada yang mendampinginya. Bahkan saat ia menuju ring ia hanya berjalan seorang diri tanpa didampingi official, pelatih bahkan tanpa promotor.

Namun dengan semangat untuk meraih kemenangan ia berhasil merobohkan lawannya , Baolin Kang.  


"Alhamdulillah dari tujuh kali pertandingan di profesional, tujuh kali pula saya menang TKO dan belum pernah kalah," ujar Ari.

Pria asal Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya ini, tidak berharap banyak kepada pemerintah. Ia hanya meminta perhatian pemerintah kepada atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia. Terlebih hingga saat ini, ia tidak memiliki pekerjaan tetap, sementara ia merupakan tulang punggung keluarganya.

"Untuk memenuhi kebutuhan saya menjadi sales properti, kalau ada yang laku, ya lumayanlah untuk kebutuhan sehari-hari. Biasa juga melatih secara privat jika ada yang meminta, kadang dibayar Rp 50 ribu atau Rp100 ribu," ujar Ari.

Pada tanggal 6 April 2019 mendatang, Ia dijadwalkan akan kembali mewakili Indonesia melawan petinju asal Thailand di Jakarta. (jek)