800 Warga Lipat Surat Suara Pemilu 2019

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 92

800 Warga Lipat Surat Suara Pemilu 2019
MELIPAT - Sejumlah warga saat melipat surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, di gudang KPU Kubu Raya, Jalan Adi Sucipto, Komplek Pergudangan Panen Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (21/3).
KUBU RAYA, SP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kubu Raya melibatkan 800 orang warga untuk melipat surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, di gudang KPU Kubu Raya, Jalan Adi Sucipto, Komplek Pergudangan Panen Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (21/3). 

Kabupaten Kubu Raya merupakan Kabupaten terakhir pendistribusian surat suara setelah 13 kabupaten/kota lain di Kalbar. Sejak tiba di gudang penyimpanan logistik Pemilu, Kamis (21/3), hari itu juga surat suara dilipat . 

Ketua KPU Kubu Raya, Karyadi optimis, pelipatan surat suara akan terselesaikan sampai batas waktu yang ditentukan.

"Proses pelipatan ini dibagi dua ship, yakni pagi dan sore. Masing-masing ship terdiri dari 400 orang yang dibagi dalam 40 kelompok," katanya.

Ia mengatakan, jika melihat Kabupaten lain, pelipatan surat suara memakan waktu hingga belasan hari.  Namun dengan tenaga hingga 800 orang ini, dirinya yakin pelipatan surat suara bisa selesai secepatnya.

 " Hari ini yang dilipat adalah surat suara DPR RI karena yang datang hanya DPR RI. yang provinsi juga sudah datang tapi belum lengkap jadi kami tidak mau nanti campur aduk. Selesaikan dulu DPR RI baru kita mulai melipat yang selanjutnya datang," katanya. 

Adapun jumlah surat suara yang diterima pihak KPU Kabupaten Kubu Raya nantinya, sebanyak  430. 494. 000. Angka tersebut sedikit lebih banyak dari jumlah pemilih yang total mencapai 422. 052. 000. 

"Berarti ini plus dua persen surat suara cadangan dan itu sudah sesuai standar," terangnya. 

Karyadi menjelaskan untuk surat suara yang dinyatakan rusak itu memiliki krteria seperti warnanya tidak bisa dibedakan lagi, huruf-huruf yang kembar kemudian terdapat noda yang banyak pada kertas.


"Yang terlibat melipat surat suara, tidak boleh membawa makan minum ke lokasi, kita sediakan tempat khusus kalau mau makan. Tidak boleh merokok, hp tidak boleh diaktifkan," terangnya 

Selain itu sebelum masuk mereka juga diperiksa, jika membawa tas maka disimpan tempat khusus. Begitu pun saat pulang semua akan diperiksa kembali oleh panitia. 

"Datang di periksa pulang di periksa. Untuk pengawasan kami libatkan kepolisian, KPU serta Bawaslu," 

Seorang warga Desa Arang Limbung, Anita 40 mengaku senang, karena dilibatkan KPU untuk melipat surat suara Pemilu 2019 ini. Karena dengan melipat surat suara ini ia pun sebagai ibu rumah tangga mendapatkan penghasilan.

"Kami dibayar 100 rupiah untuk satu kertas suara, " ujar seorang warga Desa Arang Limbung, Anita (40).

 Anita bersama 399 orang lainnya tampak cekatan melipat surat suara tersebut. Dalam satu kelompok terdiri dari 10 orang. Setiap habis satu kotak yang berisi 500 surat suara mereka langsung mengantri untuk mengambil kotak selanjutnya. 

"Kami diberi jatah lima kotak berarti ada 2.500 surat suara yang harus kami lipat," katanya. 

Surat suara yang dilipat  pertama ini, yakni surat suara DPR RI. Hingga empat hari kedepan diprediksi warga ini masih bekerja. Selain melipat mereka juga harus memastikan surat suara tersebut tidak rusak. Apabila ditemukan  surat suara yang rusak, maka langsung dipisahkan, dan dilaporkan kepada pihak KPU. 

"Sambil melipat,  kita juga harus melihat apakah ada kertas suara yang rusak misalnya sobek, atau tinta yang luntur. Tadi, kita temukan ada beberapa yang rusak, ada juga yang kurang,"  jelas Anita. (nak/jek)

Harus Diawasi dengan Intensif 

Tokoh Pemuda Desa Arang Limbung, Robianto mengatakan, KPU Kubu Raya memang harus melibatkan warga untuk melipat surat suara itu, karena jumlah surat suara itu cukup banyak.

"Jika KPU tidak melibatkan warga, saya yakin satu bulan tidak akan bisa selesai, karena jumlahnya sangat banyak," ujar Robi.

Karena dalam pelipatkan ini melibatkan orang banyak, maka KPU juga harus mengawasi dengan intensif guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Robi menyarankan, KPU Kubu Raya dalam memberdayakn warga untuk melipat surat suara itu lebih memprioritaskan warga sekitar, karena jika KPU melibatkan orang yang bukan warga sekitar maka akan muncul kecemburuan sosial.

"Karena gudang KPU ini berada di Desa Teluk Kapuas, maka harus mengutamakan warga sekitar, seperti warga tTeluk Kapuas, Arang Limbung, dan Limbung," katanya. (jek)