Bawaslu Wajib Tegas Tindak Dugaan Pelanggaran

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 112

Bawaslu Wajib Tegas Tindak Dugaan Pelanggaran
ilustrasi
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tegas menindaklanjuti dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan peserta Pemilu. 

Dikatakan bahwa setiap Pemilu pasti terjadi pelanggaran Pemilu, baik yang dilakukan oleh okum Caleg maupun oknum oleh tim sukses Capres dan Cawapres. 

"Jika ditemukan pelanggaran dan terbukti, maka Bawaslu harus bersikap tegas. Peserta Pemilu juga harus bertanggungjawab dengan sanksi-sanksi yang telah ditetapkan," ujar Sujiwo, belum lama ini.

Kendati demikian, ia mengimbau kepada seluruh peserta Pemilu 2019 untuk berdemokrasi yang sehat dan bersih. Tak boleh ada money politic maupun melakukan pelanggaran lainnya.

"Saya juga mengajak masyarakat Kubu Raya untuk memercayakan kepada KPU dan Bawaslu yang dipercayakan sebagai institusi atau lembaga penyelenggara Pemilu," katanya. 

Ia meminta masyarakat untuk tidak meragukan KPU dan Bawaslu. Sebab, jika masyarakat sudah meragukan penyelenggara Pemilu, maka akan berdampak pada hal yang tidak baik.

“Kita minta masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Suara masyarakat nanti, itulah yang akan menentukan masa depan bangsa," ujarnya.

Sujiwo mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya oleh fitnah dan provokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggugjawab. Masyarakat harus tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan. Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk saling menghina, baik itu Capres Jokowi atau Capres Prabowo. 

"Dua orang itu adalah putra terbaik bangsa. Jika tidak suka dengan Prabowo, pilih Jokowi. Kalau tidak suka dangan Jokowi, pilih Prabowo," katanya.

Sementara Ketua KPU Kubu Raya, Karyadi mengatakan, KPU memang bagian dari penyelenggara Pemilu, namun untuk penindakan pelanggaran merupakan kewenangan Bawaslu. KPU dan Bawaslu tetap berkoordinasi terkait pelanggaran Pemilu tersebut.

"Tentu kita sangat menginginkan peserta Pemilu berkompetisi secara sportif, menampilan visi dan misinya, bukan justru berpolitik dengan politik uang," kata Karyadi.

Selain itu, pemilih juga tak boleh terlalu mudah dan cepat mengambil keputusan dari informasi yang beredar yang belum valid kebenarannya seputar Pemilu. Informasi itu harus disaring terlebih dahulu.

"Informasi jangan ditelan mentah-mentah. Masyarakat jangan mudah terprovokasi," pungkasnya. 

Gelar Patroli Pengawasan

Ketua Bawaslu Kubu Raya, Uray Juliansyah mengatakan akan patroli pengawasan guna mengantisipasi serangan fajar pada masa tenang. Pihaknya pun menggandeng sejumlah pihak terkait seperti kepolisian, Satpol PP, dan komisioner KPU Kubu Raya.

“Berdasar instruksi Bawaslu RI, kami akan melakukan patroli pengawasan. Kami juga akan menggandeng sejumlah pihak terkait seperti kepolisian, Satpol PP, KPU serta jajarannya. Ini penting dalam rangka mengawal berlangsungnya Pemilu berintegritas dan berkualitas,” kata Uray.

Selain itu, Bawaslu Kubu Raya juga telah melaksanakan pelatihan, Bimtek Panwascam guna mempersiapkan penguatan-penguatan pada masa tenang, pemungutan suara, dan penghitungan suara.

Panwascam diminta untuk berkonsolidasi dengan pengawas TPS dan pengawas di tingkatan desa. Panwascam diminta untuk segera melakukan pelatihan kepada saksi-saksi partai politik.

“Kita juga sudah menyampaikan kepada Panwascam untuk segera berkonsolidasi dengan pengawas TPS dan pengawas desa. Itu untuk penguatan mereka supaya tetap pada komitmen bersama dalam rangka melakukan pengawasan Pemilu di Kubu Raya,” tuturnya. (jaka iswara/bah)