Sungai Raya Wakili Kubu Raya Lomba Desa

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 38

Sungai Raya Wakili Kubu Raya Lomba Desa
LADA – Petani lada sedang mengontrol kebun ladanya. Lada dapat jadi penghasilan ekonomis bagi warga desa lantaran harganya terbilang kompetitif.
KUBU RAYA, SP - Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya menjadi wakil Kabupaten Kubu Raya pada Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019. 

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan optimistis Desa Sungai Raya mampu mengikuti prestasi Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, yang menjadi juara pertama lomba serupa di tahun 2018. 

Menurut Muda, Desa Sungai Raya punya modal sosial yang baik berupa keberagaman dan modal historis sebagai desa dengan sejarah yang panjang.

“Kita optimistis Desa Sungai Raya ini akan mendapatkan hasil terbaik. Mengingat desa ini walaupun bentuknya kecil, tapi padat dan punya keberagaman sangat tinggi sehingga menjadi modal sosial yang sangat baik,” katanya. 

“Desa ini juga punya sejarah yang cukup lama karena dulunya menjadi desa induk bagi Desa Sungai Raya Dalam dan Desa Parit Baru,” sambungnya. 

Selain modal sosial dan historis, Muda menyebut sejumlah kelebihan Desa Sungai Raya. Di antaranya ketahanan ekonomi masyarakat yang telah banyak menjadi rumah tangga-rumah tangga mandiri. Selain itu gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan cukup aktif dan ditunjang aktivitas ekonomi yang telah menggeliat. 

“Saya kira walaupun desa ini bukan penghasil produksi pertanian karena lahannya memang dekat daerah perkotaan, tapi bisa menjadi penghimpun dan mata rantai yang mempercepat dalam menyalurkan dan memasarkan hasil produksi pertanian, pangan, perikanan, dan peternakan yang ada di Kubu Raya,” tuturnya.

Muda menambahkan, optimismenya juga didasarkan pada kesiapan Desa Sungai Raya yang telah mengikuti program terobosan pemerintah daerah yakni pengelolaan keuangan desa dengan sistem transaksi nontunai. Di mana inovasi ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia. 

Ketua Tim Penilai Lomba Desa, Ahmad Salafudin, memuji Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang disebutnya sangat menguasai tentang desa. Menurut dia, hal itu menjadi gambaran positif Kalimantan Barat di mana ada bupati dan jajaran yang begitu fokus dan komit pada upaya pembangunan desa. 

Tak hanya terkait urusan dana, tapi juga tata kelola yang dikuatkan dengan berbagai produk regulasi. 

“Yang kita tahu regulasi itu adalah membimbing dan menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pemerintahan desa agar seluruh aktivitas dan kegiatan dari kepala desa, perangkat desa, dan elemen masyarakatnya berjalan dengan baik,” ucapnya.  

Ahmad Salafudin mengapresiasi kiprah Muda terkait program-program percepatan pembangunan desa di Kubu Raya. Ia menyebut apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menjadi tanda kebangkitan di Kalimantan Barat bahwa ada satu kabupaten yang telah sedemikian lengkap dan sempurna dalam menyiapkan seluruh regulasi yang dibutuhkan. 

“Karena itu semangat yang telah diberikan dan ditunjukkan oleh bupati tentu bagi seluruh masyarakat, khususnya kepala desa, jangan disia-siakan. Tentu harus terus didukung hal-hal yang telah beliau canangkan dan programkan,” pesannya.

Ahmad Salafudin menyatakan kedatangan tim penilai untuk melakukan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan dengan merujuk pada regulasi yang sudah dikeluarkan Menteri Dalam Negeri yakni Permendagri Nomor 81 tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

“Kami datang bukan seperti seorang pemeriksa. Kita adalah sesama pembina desa yang pendekatannya tentu berbeda dengan pemeriksa. Kami berharap dukungan data, informasi, dan keterangan yang mungkin secara tertulis terbatas tetapi dengan komunikasi dua arah akan semakin dapat digali. Apa yang memang ada dan sudah dilakukan dan tantangannya apa saja,” paparnya. (jek/bah)

Penilaian Pacu Perkembangan

Kepala Desa Sungai Raya, Khairil Anwar menyebut desanya memiliki kompleksitas masalah yang mendekati kota. Hal itu disebabkan karena secara geografis Desa Sungai Raya terletak di dekat kota. 

Dirinya mendukung penilaian yang dilakukan tim penilai provinsi agar pihaknya mengetahui apa saja yang harus diperbaiki dari kinerja pemerintahan di Desa Sungai Raya.

“Penilaian dari tim penilai lomba desa adalah hal yang harus didukung bersama. Bukan untuk mencari kesempurnaan tapi bagaimana desa dapat memacu diri untuk mengembangkan dirinya sehingga bersama-sama bisa membangun desa, kabupaten, provinsi, dan Indonesia secara keseluruhan,” katanya. (jek/bah)