Pengorganisasian Massa Lambungkan Benny

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 157

Pengorganisasian Massa Lambungkan Benny
MASUKKAN SURAT SUARA – Seorang warga sedang memasukkan surat suara ke kotak suara saat pemungutan suara Pemilu.
KUBU RAYA, SP - Calon Legislatif Kubu Raya dari Partai Hanura Daerah Pemilihan (Dapil) lima, Sungai Kakap, Benny Farianto bersyukur lantaran pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ini, ia berhasil meraup suara pribadi tertinggi di dapilnya dengan perolehan suara sebanyak 4.432 suara. Ia pun diprediksi akan melenggang ke kursi DPRD Kabupaten Kubu Raya Periode 2019-2024. 

"Saya bersyukur, saya kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kubu Raya. Alhamdulillah, masyarakat masih memberikan kepercayaan ini kepada saya, dan saya pun berkomitmen untuk menjaga dan menjalankan amanah ini," ujar Benny Farianto, kemarin. 

Ketua DPC Hanura Kabupaten Kubu Raya ini menuturkan, sebagai calon legislatif  tentunya ia harus mengetahui dan mengenal calon pemilih bahkan harus mampu mengenal pemilih satu per satu, sehingga calon pemilih dapat diketahui jumlah dan persentasenya saat pemilihan.

"Untuk itu, yang dibutuhkan bukan hanya dari kampanye, tetapi juga membutuhkan pengorganisasian yang solid,  terarah dan disiplin," ujar Benny.

Menurut Benny, strategi-strategi pemenangan pemilihan suara tersebut juga melalui proses melalui pengorganisasian tim yang dibentuk mulai level desa hingga RW dan RT. Tahapan yang dilakukan dalam strategi meraup suara pemilih ini di antaranya, pemetaan medan, penentuan jumlah suara, pembagian menurut wilayah administrasi serta menentukan keinginan dan kebutuhan pemilih yang sebelumnya harus dilakukan survei. 

"Kita juga harus melakukan pendekatan dengan calon pemilih dan tokoh-tokoh yang dapat menjembatani komunikasi kita, perlu juga dilakukan pertemuan-pertemuan yang bersifat kreatif dan sedikit kampanye udara," terangnya.

Selain itu, kerja nyata yang telah dilakukannya selama menjabat sebagai anggota DPRD Kubu Raya periode 2014-2019 juga menjadi tolak ukur untuk terpilihnya kembali sebagai anggota DPRD.

"Banyak yang saya perbuat dalam memperjuangkan apa yang diharapkan masyarakat selama saya menjadi anggota DPRD Kubu Raya," katanya.

Dengan terpilihnya kembali menjadi anggota DPRD Kubu Raya, Benny pun berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Sungai Kakap dari berbagai sektor. 

"Saya  akan terus berupaya mewujudkan harapan dan kebutuhan masyarakat Sungai Kakap ini dari berbagai sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan perikanan," ujar Benny. 
  
Calon Legislatif Kubu Raya lain Dapil Kubu, Batu Ampar dan Terentang (Kubater) Suharso juga diprediksi kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kubu Raya Periode 2019-2024. 

Caleg dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini mampu mendulang suara masyarakat sebanyak 3.019.

Menurut Suharso, semua Caleg mempunyai hak dan peluang yang sama untuk dipilih masyarakat sebagai anggota DPRD. Namun, masyarakat Kubu Raya, khususnya pada Dapil Kubater sudah mulai paham dan mengerti figur caleg yang harus dipilih yakni yang sudah tampak hasil kerjanya selama periode 2014-2019.

"Hal ini dibuktikan, mayoritas incumbent di Dapil Kubater terpilih kembali, kecuali Hanura dan PPP. Karena incumbent dari partai tersebut tidak mencalonkan kembali," kata Suharso.   

Suharso mengatakan, selain kinerja nyata, faktor lain ia terpilih kembali, visi dan misi yang disampaikan saat kampanye dialogis, dari desa ke desa juga menjadi indikator kesuksesannya meraup suara maksimal pada Pileg 2019 ini. 

Dengan terpilihnya kembali menjadi anggota DPRD Kubu Raya, Suharso tetap berkomitmen melanjutkan dan mewujudkan harapan besar masyarakat tiga kecamatan ini yakni berupaya melanjutkan pembangunan infrastruktur. 

"Infrastruktur masih menjadi harapan besar masyarakat, seperti jalan yang menghubungkan antardesa hingga antarkecamatan yang belum tuntas," katanya. (jek/bah)

Segerakan Pembangunan Prioritas

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kubu Raya, Ahmadi berharap caleg terpilih dapat menyegerakan terwujudkan pembangunan prioritas yang didambakan masyarakat. 

“Rakyat yang memercayakan suaranya kepada caleg tertentu adalah rakyat yang berharap banyak bahwa caleg itu punya kesungguhan untuk memperjuangkan peningkatan kualitas hidup layak masyarakat,” ungkapnya. 

Sensitivitas terhadap kebutuhan rakyat, lanjut Ahmadi, mutlak mesti tertanam dalam hati caleg. 

“Jangan sampai caleg jadi semacam profesi. Padahal, caleg atau politisi secara umum merupakan mereka yang terpanggil suara hatinya untuk mewujudkan kehidupan makmur masyarakat. Semoga caleg terpilih dapat amanah,” harapnya. (jek/bah)