Hamidy Menangkan Sengketa Tumpang-Tindih Lahan di Sekunder C, PN Mempawah Laksanakan Putusan

Kubu Raya

Editor Admin Dibaca : 112

Hamidy Menangkan Sengketa Tumpang-Tindih Lahan di Sekunder C, PN Mempawah Laksanakan Putusan
Panitera Pengadilan Negeri Mempawah, Utin Reza Putri usai melaksanakan eksekusi putusan yang memenangkan Hamidy Salim dalam Sidang Sengketa Tanah, Jumat (17/5/2019)
KUBU RAYA, SP - Pengadilan Negeri Mempawah melaksanakan putusan atas pemohon atas nama Hamidi yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Andel. Dalam putusan tersebut memenangkan hak tanah kepada Hamidy Salim.  

Adapun nomor putusan Pengadilan Negeri kabupaten Mempawah bernomor 1/PDTX/2019/PN.MPW junto nomor 15/PDTG/2015/PN.MPW junto nomor 72/PDTG/2016/PT. PTK junto nomor 1894k PDT/2017, yang terletak di jalan Sekunder C, dusun Mulyo Rejo, desa Arang Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya.   

Hal ini langsung dibacakan oleh Pengadilan Negeri Mempawah, yang diperkuat upaya hukum kasasi setelah sebelumnya sempat dilakukan banding oleh tergugat atas nama Leo Candra Lie, Effendi Jaja, Tarsisius, BPN serta Chandra Manopo.   

"Jadi ini untuk melaksanakan putusan yang sudah diputuskan oleh majelis hakim" ucap Panitera Pengadilan Negeri Mempawah, Utin Reza Putri usai melaksanakan eksekusi putusan, Jumat (17/5/2019)   

Di tempat yang sama, Kuasa Hukum Hamidi, Andel kembali menegaskan bahwa dari serangakaian proses hukum atas sengketa tanah ini, Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi Mempawah dan Mahkamah Agung telah menetapkan bahwa hak tanah tersebut dimenangkan oleh kliennya, Hamidi. Dengan begitu pihak tergugat harus menerima hal tersebut.   

"Maka suka endak suka, senang endak senang barang ini harus dieksekusi biar kembali ke pemiliknya," tegasnya.   

Kata dia, jika pihak tergugat Singin melanjutkan upaya atau proses hukum lebih lanjuy, pihaknya mempersilahkan hal tersebut. Namun, yang harus diingat bahwa dari hasil putusan pengadilan negeri tingkat pertama Mempawah kemudian Pengadilan Tinggi, serta putusan mahkamah agung sudah menetapkan bahwa sengketa ini telah selesai dan dimenangkan oleh Hamidi.    

"Jadi ketika tergugat ingin melakukan upaya hukum lagi terserah mereka. Yang jelas putusan ini harus dilaksanakan dan tanah ini harus diserahkan kepada pemilik yang memenangkan perkara ini," ungkapnya.   

Selain Andel, turut hadir juga Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak, Bruder Stephanus Paiman. Stephanus mengatakan bahwa sejak awal mempelajari berkas kasus ini tahun 2013 silam, dirinya mengatakan merasa banyak kejanggalan, misalnya saja terkait dengan letak tanah.

Jika mengacu pada sertifikat tanah, tanah tersebut adalah milik Hamidi Salim yang letaknya di secunder C.  Sementara tanah milik Leo Chandra letaknya di Parit Ahai. Sedangkan antara secunder C dan Parit Ahai jaraknya kurang lebih lima kilometer.  

"Sudah jelas kedua sertifikat diterbitkan oleh BPN tapi justru BPN ikut 'bermain' dalam kasus ini. Ini sama juga dengan kasus tanah di Parit Air Terjun Serdam yang bertimpa dengan tanah Perhimpunan Biarawan Kapusin yang akhirnya diputus oleh PN, PT dan MA hingga inkrah dimenangkan oleh Perhimpunan Biarawan Kapusin," kata dia.   

Artinya, dirinya mencurigai terdapat oknum-oknum dari BPJ Kubu Raya sendiri yang bermain-main dan berusaha mengobok-obok masyrakat. "Yang seperti ini wajib dipidanakan," tegasnya.   

Meskipun begitu, terkait dengan kasus ini akhirnya menjadi terbuka dan jelas siapa yang pemilik sebenarnya. Walaupun sudah banyak dan lama upaya hukum yang telah dilaksanakan oleh kedua belah pihak.   

Dirinya mengucap terima kasih kepada Andel selaku kuasa hukum Hamidi sebab telah mendampingi kasus ini hingga selesai. Selain itu, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim yang telah memutus kasus ini dengan bijak sesuai fakta hukum.   

Sementara itu, dari lima orang tergugat, yang hadir dalam eksekusi putusan ini hanya Manopo. Sedangkan dari pihak BPN kubu raya hadir usai eksekusi sudah selesai. Saat hendak dimintai tanggapannya, pihak BPN enggan berkomentar.  

"Nanti saja di kantor," cetus salah seorang petugas BPN dari dalam mobil yang ditumpanginya. (sms)