Selasa, 17 September 2019


Jalan di Batu Ampar Segera Diperbaiki

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 131
Jalan di Batu Ampar Segera Diperbaiki

BANGUN JALAN – Seorang buruh tampak sedang bekerja mambngun jalan desa. Di Kubu Raya, Pemkab setempat akan memperbaiki jalan desa di Kecamatan Batu Ampar.

KUBU RAYA, SP - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menganggarkan sebesar Rp 1,5 miliar untuk perbaikan jalan di sejumlah desa di Kecamatan Batu Ampar. Dana perbaikan masih akan ditambah melalui APBD-Perubahan untuk desa lainnya. 

Hal itu diungkapkan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat melakukan safari Ramadan di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Batu Ampar, Senin (20/5). 

Tanjung Harapan merupakan desa terluar di Kecamatan Batu Ampar dan merupakan salah satu yang terjauh dari 118 desa yang ada di Kubu Raya.   

“Alhamdulillah untuk tahun ini bisa kita masukkan Rp 1,5 miliar untuk perbaikan di sebelum Desa Tasik Malaya dan setelah desa tersebut di jalan yang rusak parah. Nanti setelah itu dilanjutkan lagi di anggaran perubahan. Kita akan menambah anggaran untuk meneruskan perbaikan jalan di Desa Ambarawa,” kata Muda di hadapan ratusan jemaah Masjid Baiturrahim yang menjadi lokasi kegiatan safari Ramadan.

Muda mengatakan di tahun 2020, pemerintah daerah kembali akan berupaya melakukan penganggaran untuk perbaikan lanjutan. Yakni pelebaran jalan di lima desa yaitu Desa Padang Tikar 2, Desa Tasik Malaya, Desa Sungai Besar, Desa Sungai Jawi, dan Desa Ambarawa sehingga jalan desa akan mempunyai ukuran yang sama. 

Selain itu juga memindahkan posisi tiang listrik yang saat ini berada tepat di tengah-tengah jalan desa. 

“Mudah-mudahan di tahun 2020 kita kita bisa upayakan supaya lebarnya lebih sama dan tiang listriknya dipindahkan supaya jangan sampai warga menabrak,” ucapnya. 

Muda menyatakan kehadirannya di desa yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan dan Kabupaten Kayong Utara itu sebagai bukti komitmennya menjawab kepercayaan masyarakat. 

Momen safari Ramadan, menurut dia, menjadi sarana memetakan kebutuhan masyarakat untuk modal pembangunan di tahun berikutnya. Ia menyebut safari Ramadan kali ini difokuskan mengunjungi desa-desa terluar dan terpencil.

“Kita benahi sama-sama. Saya tidak ingin banyak berjanji karena saya sudah tahu daerah ini dari dulu. Jadi saya tetap akan mengawal Kubu Raya ini karena saya sebagai penggagas dulunya dan ikut berjuang tentulah merasa Kubu Raya ini menjadi bagiaan nafas perjuangan hidup saya,” tuturnya.

Muda menegaskan meskipun Desa Tanjung Harapan merupakan desa terluar, dirinya memastikan prinsip keadilan dalam pembangunan di seluruh wilayah di Kabupaten Kubu Raya menjadi komitmennya. 

“Walaupun berada di ujung tapi kita sama-sama buktikan bahwa insya Allah saya akan membuat bagaimana keadilan akan kita jalankan di semua sektor di Kubu Raya ini. Termasuk desa kita Tanjung Harapan yang termasuk desa yang cukup luas,” sebutnya. (jek/bah)

Pemkab Bantu Bangun

Dalam optimalisasi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyampaikan tak perlu ada kekhawatiran penyimpangan dana desa yang ada. Sebab, telah ada panduan dari sisi pertanggungjawaban dan pemanfaatan yang dikelola.

"Kalau desa ada panduannya, pertangungjawabannya tidak repot. Kemudian peruntukannya jelas untuk apa saja. Fokus pada dana desa itu arah menciptakan desa mandiri, desa dalam kategori baik dari sarana dan prasarana semua untuk masyarakat ada. Jangan khawatir dalam pengelolaan selama mengikuti panduan dana desa tersebut," ungkap Sutarmidji, beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan untuk desa mandiri ada 52 indikator, seharunya dana desa itu tidak dibiarkan dalam penyelesaian 52 indikator itu. Karena menurut dirinya tidak akan mungkin akan diselesaikan dengan menggunakan dana desa tersebut. 

Dana desa ini seharusnya hanya boleh digunakan untuk memenuhi dan menyiapkan hanya 17 indikator di setiap desa, dirinya pun optimis kalau 17 indikator jika diselesaikan dalam jangka lima tahun dan masyarakat bisa dapat merasakan pembangunan dari indikator tersebut. 

"Dana desa itu hanya boleh menyiapkan 17 indikator saja, yang ringan-ringan saja seperti Paud, Posyandu, Lapangan Olahraga itu bisa. Dan itu akan selesai dalam waktu lima tahun. Selesai semuanya tanggung jawab desa dan saya yakin bisa sebelum lima tahun bisa selesai," ujarnya.

Untuk 15 indikator lainnya guna mewujudkan desa mandiri itu harus menggunakan dana APBD di luar dana desa yang ada. Orang nomor satu di Kalbar juga meminta pemerintah daerah wajib mendukung untuk mewujudkan desa mandiri tersebut.

"Pemerintah daerah harus mau mendukung itu dan dewan punya pokok pikiran seharusnya programnya diarahkan ke15 indikator desa mandiri itu. Nah kalau indikator yang berat-berat itu biarkan pemerintah provinsi yang selesaikan,” katanya. (iat/bah)