Wacanakan Pengaturan Ulang Pangkalan Gas

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 66

Wacanakan Pengaturan Ulang Pangkalan Gas
Ilustrasi
KUBU RAYA, SP - Beberapa pekan terakhir ini terjadi kelangkaan dan tingginya harga elpiji atau gas bersubsidi tabung 3 Kg di daerah pesisir Kubu Raya, khususnya di Kecamatan Batu Ampar. 

Untuk mengatasi langka dan tingginya harga gas tabung 3 Kg itu,  Pertamina Cabang Kalbar berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, yang diwakili oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo, Senin (10/6).

Pimpinan Pertamina Cabang Kalimantan Barat, Muhammad Ivan Suhada mengatakan, penyaluran gas elpiji ke daerah pesisir Kubu Raya selama ini terkandala transportasi, memerlukan biaya yang tinggi untuk menyalurkan gas elpiji ke daerah ini, ditambah lagi tingginya animo masyarakat membeli gas elpiji, ketika gas elpiji itu tiba di daerah itu.

"Ketika barang (gas tabung 3 Kg) datang, warga dari berbagai desa menyerbu. Memang perlu pengaturan ulang pangkalan-pangkalan agar lebih menyebar, khususnya di daerah-daerah yang memang banyak penduduknya. Ini PR (pekerjaan rumah) kita bersama," kata Muhammad Ivan Suhada, di ruang Wakil Bupati Kubu Raya, Senin (10/6).

Selain itu, kata Ivan, perlu adanya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Pemkab Kubu Raya, agar Pertamina bisa leluasa mengatur dan menyebar pangkalan-pangkalan di suatu daerah, khususnya di daerah pesisir.

"HET bisa diatur dan ditetapkan oleh Bupati, meskipun sudah ada Pergub terkait  HET gas elpiji sebesar Rp16.500," tuturnya. 

Ia mengakui, saat menjelang Idul Fitri 1440 ini pengiriman gas elpiji tabung 3 Kg ke daerah pesisir memang tidak maksimal, karena terkendala transportasi tersebut. Untuk mengatasi hal itu pihaknya melakukan ekstra droping.

"Pada hari Minggu kemarin kami menyalurkan sekitar 1.650 tabung ke Desa Padang Tikar, kemudian pada hari ini kami tambah lagi sebanyak 1.650. Sore nanti juga kita ada rencana pengiriman, besok baru sampai ke Desa Batu Ampar sekitar 1.680. Jadi hari ini saja, kita sudah menyiapkan 3.360 tabung untuk dua desa," kata dia.

Ia menyatakan, perlu perhatian bersama, agar penyaluran gas elpiji bersubsidi tabung 3 Kg tepat sasaran sesuai dengan peruntukannya.

"Kami berharap, Pemda, kepolisian bisa mensupport proses penyaluran tabung gas ini," kata dia.

Menurutnya, sebenarnya elpiji di daerah Pesisir Kubu Raya tidak kekurangan, hanya saja ketika pada momen-momen tertentu terutama saat hari besar, maka terjadi peningkatan penggunaannya. (jek/bah)

Pangkalan Baru

Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menuturkan, keresahan masyarakat Kubu Raya khususnya yang berada di daerah pesisir terkait langkanya gas elpiji bersubsidi menjadi atensi Pemkab Kubu Raya, sehingga Pemkab Kubu Raya melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina secara informil. 

"Hari ini ada sekitar 1.680 tabung yang dikirim di Padang Tikar, kemudian Pemkab Kubu Raya akan melakukan pengawasan terhadap pengiriman itu, jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan itu," kata Sujiwo.

Sujiwo mengatakan, persoalan gas elpiji bersubsidi ini memang lebih dominan dialami oleh masyarakat yang berada di daerah pesisir, seperti Terentang, Kubu, Batu Ampar, Teluk Pakedai.

"Rencananya pada Rabu ini akan kami bahas dalam Rakor, dengan melibatkan SKPD terkait, Camat, Pertamina, dan agen-agen. Kita akan bahas bersama. Intinya, Pemkab bersama dengan Pertamina akan mengatasi persoalan ini," kata dia.

Sujiwo menjelaskan, Pemkab Kubu Raya bersama dengan Pertamina akan memetakan, kemudian merencanakan secara baik terkait penyaluran gas bersubsidi ini.

"Gas elpiji ini barang habis pakai, sehingga harus kita pikirkan penyalurannya secara kontinyu, kedepannya di daerah pelosok perlu ada pangkalan-pangkalan baru. Ini yang perlu kita petakan, bukan penambahan kuota. Ketika pangkalan ini sudah ideal dan profosional, maka akan bisa teratasi persoalan ini," kata dia.

Ia juga mengingatkan, agar agen-agen tidak hanya mengurus kebutuhan elpiji di daerah darat, agen juga harus memikirkan kebutuhan elpiji di daerah pesisir.

"Nanti kita juga akan sampaikan ke Pak Bupati, agar dalam waktu dekat ini sudah bisa membuat suatu keputusan tentang HET gas bersubsidi," kata Sujiwo. (jek/bah)