1.680 Elpiji Disalurkan ke Batu Ampar

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 55

1.680 Elpiji Disalurkan ke Batu Ampar
ANTRE – Warga Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya mengantre elpiji tiga kilogram di sebuah pangkalan, Selasa (11/6). Pertamina dan Pemkab segera menyalurkan elpiji ke desa itu lantaran warga mengeluh elpiji langka.
KUBU RAYA, SP - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bersama Pertamina Kalbar merespons cepat persoalan kelangkaan dan tingginya harga gas bersubsidi tabung 3 kilogram di daerah pesisir Kubu Raya, khususnya di Kecamatan Batu Ampar. Pada Selasa (11/6) Pertamina telah menyalurkan sebanyak 1.680 tabung gas LPG di Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar.
 
Salah satu penyalur gas elpiji di Batu Ampar, Mustafa Haji Marad, menuturkan harga gas LPG yang ia ambil dari pangkalan sebesar Rp 17.500 dan dijual di sekitar pasar Padang Tikar sebesar Rp 21.000. 

Harga tersebut, menurutnya, akan terus mengalami kenaikan jika sudah sampai desa terjauh dari Padang Tikar. Kenaikan dapat mencapai hingga Rp 25.000. 

"Kami atas nama masyarakat Kecamatan Batu Ampar khususnya Desa Padang Tikar, Medan Mas, Tasik Malaya, Sungai Besar, Sungai Jawi, Ambarawa, dan Tanjung Harapan mengucapkan terima kasih atas respons cepat dan tanggapnya Bupati Muda Mahendrawan yang telah memperhatikan dan memberikan solusi tentang hajat hidup masyarakat banyak,” tuturnya. 

Mustafa berharap sikap kepedulian dan keseriusan semua instansi terkait terus dijaga agar masalah kelangkaan dan tingginya harga elpiji tidak terulang. 

“Alhamdulillah hari ini berkat keseriusan bapak bupati antrean panjang sudah tidak separah hari-hari yang lalu. Sekali lagi terima kasih Pak Bupati Muda," katanya.

Mustafa mengisahkan kekurangan pasokan elpiji telah berlangsung sejak bulan suci Ramadan tepatnya dua pekan sebelum Lebaran. Hingga Senin (10/6), kekurangan pasokan masih terjadi. 

Sebab, begitu elpiji tiba di Desa Padang Tikar Dua, masyarakat langsung menyerbu dan bahkan antrean bisa mencapai 750 meter sampai 1 kilometer.

“Tentunya kondisi ini sangat miris kalau sampai terjadi lagi," tutupnya. (jek/bah)

Pengaturan Pangkalan 

Pimpinan Pertamina Cabang Kalbar, Muhammad Ivan Suhada mengatakan, perlu pengaturan ulang pangkalan-pangkalan agar lebih menyebar, khususnya di daerah-daerah yang memang banyak penduduknya.

Hal ini dikatakan merespons kelangkaan dan tingginya harga gas bersubsidi tabung 3 Kg di daerah pesisir Kubu Raya, khususnya di Kecamatan Batu Ampar. 

Ivan mengatakan, penyaluran gas elpiji ke daerah pesisir Kubu Raya selama ini terkandala transportasi, memerlukan biaya yang tinggi untuk menyalurkan gas elpiji ke daerah ini, ditambah lagi tingginya animo masyarakat membeli gas elpiji, ketika gas elpiji itu tiba di daerah itu.

"Ketika barang (gas tabung 3 Kg) datang, warga dari berbagai desa menyerbu,” katanya. 

Selain itu, kata Ivan, perlu adanya penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Pemkab Kubu Raya, agar Pertamina bisa leluasa mengatur dan menyebar pangkalan-pangkalan di suatu daerah, khususnya di daerah pesisir.

"HET bisa diatur dan ditetapkan oleh Bupati, meskipun sudah ada Pergub terkait  HET gas elpiji sebesar Rp16.500," tuturnya. 

Ia mengakui, saat menjelang Idul Fitri 1440 ini pengiriman gas elpiji tabung 3 Kg ke daerah pesisir memang tidak maksimal, karena terkendala transportasi tersebut. Untuk mengatasi hal itu pihaknya melakukan ekstra droping.

Dikatakan, pada Minggu (9/6), Pertamina menyalurkan sekitar 1.650 tabung ke Desa Padang Tikar, kemudian pada Senin (10/6) ditambah lagi sebanyak 1650. 

“Selasa (11/6) sampai ke Desa Batu Ampar sekitar 1.680. Artinya, kita sudah menyiapkan 3.360 tabung untuk dua desa," kata dia.

Ia menyatakan, perlu perhatian bersama, agar penyaluran gas elpiji bersubsidi tabung 3 Kg tepat sasaran sesuai dengan peruntukkannya.

"Kami berharap, Pemda, kepolisian bisa mensupport proses penyaluran tabung gas ini," kata dia.

Menurutnya, sebenarnya elpiji di daerah Pesisir Kubu Raya tidak kekurangan, hanya saja ketika pada momen-momen tertentu terutama saat hari besar, maka terjadi peningkatan penggunaannya. (jek/bah)